Quote image editor
“Kay Dalam Bayangan Absurditas (Bayang Psikis Gelap, Titik Nol) Kay tidak pernah berbicara. Bahkan tidak pernah menoleh. Ia berjalan di dalam kepalaku seperti angin yang lupa bahwa ia adalah angin. Ia tidak tahu aku ada. Ia tidak pernah tahu. Dan mungkin itu cara alam melindungiku dari keruntuhan yang lebih dalam. Aku minum dari dirinya seperti haus yang mencari sumur di tengah gurun yang bahkan tidak tahu bahwa ia adalah gurun. Ia menjadi mata airku tanpa pernah mengalir dengan sengaja, menjadi cahaya yang jatuh tanpa pernah berniat menerangi. Ironinya: aku hidup dari sesuatu yang tidak pernah hidup untukku. Dan mungkin di situlah aku menemukan makna yang bahkan Tuhan pun enggan untuk menjelaskan. 2023” — Titon Rahmawan
Kay Dalam Bayangan Absurditas (Bayang Psikis Gelap, Titik Nol)
Kay tidak pernah berbicara.
Bahkan tidak pernah menoleh.
Ia berjalan di dalam kepalaku
seperti angin yang lupa bahwa ia adalah angin.
Ia tidak tahu aku ada.
Ia tidak pernah tahu.
Dan mungkin itu cara alam
melindungiku dari keruntuhan
yang lebih dalam.
Aku minum dari dirinya
seperti haus yang mencari sumur
di tengah gurun yang bahkan tidak tahu
bahwa ia adalah gurun.
Ia menjadi mata airku
tanpa pernah mengalir dengan sengaja,
menjadi cahaya yang jatuh
tanpa pernah berniat menerangi.
Ironinya:
aku hidup dari sesuatu
yang tidak pernah hidup untukku.
Dan mungkin di situlah
aku menemukan makna
yang bahkan Tuhan pun
enggan untuk menjelaskan.
2023