“Biar! tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi orang yang mentertawakan dunia. tak kau ingat keringat meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang matahari! menunggingkan pantat ke muka-muka orang-orang yang dipuja sebagai dewa! o, engkau telah membunuh kenangan demikian cepat. seperti kulindas kecoak dengan ujung sepatuku. perutnya yang memburai, putih, mata yang keluar dari kepala, masih bergerak-gerak. aku menjadi pembunuh. seperti dirimu. demikian telengas. tanpa belas. kepada kenangan. biar. jika kau tak mau temani. biar kurasakan nyeri sendiri. di puncak sepiku sendiri!”
Quote by Nanang Suryadi
Author
You May Also Like
Source: The Asking: New and Selected Poems
Source: New Collected Poems
Source: Conflict Resolution for Holy Beings: Poems
“La pelota que arrojé cuando jugaba en el parque aún no ha tocado el suelo”
Source: The Poems of Dylan Thomas
Source: Play the Piano Drunk Like a Percussion Instrument Until the Fingers Begin to Bleed a Bit
Source: Girl, Woman, Other
Source: Songs of Experience