“Bunda,
engkau adalah puisi abadi
yang tak pernah kutemukan dalam buku...”
Source: Untuk Bunda dan Dunia
“Bunda adalah yang terhebat di dunia
sebab ia melahirkan kehidupan
dan memberi nyawa pada kata cinta.”
Source: Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
“Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat”
Source: Ibuk,
“Bunda,
engkaulah yang menuntunku ke jalan kupu-kupu...”
Source: Untuk Bunda dan Dunia
“Kamilah ibu para yatim. Kamilah ibu para piatu. Kamilah ibu mereka yang menderita. Kami ibu dari semua jejak yang membekas di tanah ini!”
Source: Tanah Perempuan
“Dari Ibu, aku belajar indahnya berbagi.
Berbagi makan dalam kandungannya, berbagi minum dalam pangkuannya.
Dari Ibu, aku belajar indahnya berbagi.
Berbagi nyawa dalam rahimnya, berbagi surga dalam do'anya.”
“Sehingga aku kadang melupakan kebahagiaanku sendiri. Sama seperti berbelas tahun lalu saat aku mengorbankan diriku sendiri demi membuat bapak ibu kandungku senang dan ridlo.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“Ibu pasti bisa menangkap getar sayang saat aku mengucapkan kata ‘ayah’ itu. Kuharap dia tidak terlalu cemburu karena kasihku terbagi juga untuknya.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“Mereka yang tidak bisa menghargai profesi ibu rumah tangga dan bahkan memandang sebelah mata, semestinya mengalami dan menjalani sendiri bagaimana rasa riweuh dan berat bebannya.”
Source: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
“Di lantai, ibunya menggeliat, memutar, menggelinding, mengangkat tangan meraih sesuatu di udara, mengangkat kaki sampai seluruh isi roknya terlihat, menarikan tarian yang hanya dapat dicerna oleh dirinya sendiri.”
Source: Denting Lara