Quote image editor
“Dulu aku takut akan dua hal: kekelaman dan maut. Aku akan menyelinap keluar dari tempat tidurku yang kecil pada tengah malam dan mengendap masuk ke tempat tidur ibuku. Kususupkan tubuhku ke tubuhnya yang hangat dan aku tak mau berpisah dari ibuku. Kulengkungkan tubuhku agar menjadi lebih kecil dan kucoba untuk menciutkan diriku hingga ukuran janin yang dapat kembali ke rahim ibuku. Segenap tubuhku bergetar dengan keinginan yag kuat ini dan getar seperti dalam demam. Kupikir tak ada yang dapat menyelamatkan diriku dari maut yang mendekat dalam kelam kecuali jika aku menghilang ke dalam rahim yang hangat dan lembut itu yang akan membungkus diriku sendirian di sana.” — Nawal El Saadawi
Dulu aku takut akan dua hal: kekelaman dan maut. Aku akan menyelinap keluar dari tempat tidurku yang kecil pada tengah malam dan mengendap masuk ke tempat tidur ibuku. Kususupkan tubuhku ke tubuhnya yang hangat dan aku tak mau berpisah dari ibuku. Kulengkungkan tubuhku agar menjadi lebih kecil dan kucoba untuk menciutkan diriku hingga ukuran janin yang dapat kembali ke rahim ibuku. Segenap tubuhku bergetar dengan keinginan yag kuat ini dan getar seperti dalam demam. Kupikir tak ada yang dapat menyelamatkan diriku dari maut yang mendekat dalam kelam kecuali jika aku menghilang ke dalam rahim yang hangat dan lembut itu yang akan membungkus diriku sendirian di sana.