“Menjauhkan diri dan menghindar dari sifat yang mementingkan diri pribadi, karena kegemaran memberi pengetahuan dalam mendidik para putra, sambil mendendangkan sebuah kidung yang menjauhkan diri dari hawa nafsu, sedang lagu yang digubahnya dengan baik itu dihiasi kata indah yang menyenangkan. Tujuannya agar ajaran budi luhur meresap dalam hati, yang berdaya membentuk jiwa di Tanah Jawa, yakni agama pegangan para raja - Serat Wedhatama, Mangkunegara IV”
Source: Eling & Meling; Sejumlah Esai Dalam Kongres Ki Hadjar Dewantara
“Jang pertama-tama menjebabkan kolonisasi jalah selamanja kekurangan bekal-hidup dalam tanah-airnja sendiri, begitulah Dietrich Schafer berkata. Kekurangan rezeki, itulah jang mendjadi sebab rakjat-rakjat itu mendjajag negeri-negeri, dimana mereka bisa mendapat rezeki itu. Itulah pula jang membikin "ontvoogding"-nja negeri-negeri djadjahan oleh negeri-negeri jang mendjadjahnja itu, sebagai suatu barang jang sukar dipertjajainja. Orang tak akan gampang-gampang melepaskan bakul-nasinja, djika pelepasan bakul itu mendatangkan matinja!”
Source: Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Jang mendatangkan pemberontakan-pemberontakan itu biasanja bagian-bagian jang terketjil, dan bagian-bagian jang terketjil sekali.”
Source: Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Dalam tahun 1882 Ernest Renan telah membuka pendapatnja tentang faham "bangsa" itu. "Bangsa" itu menurut pudjangga ini ada suatu njawa, suatu azas-akal, jang terdjadi dari dua hal: pertama-tama rakjat itu dulunja harus bersama-sama mendjalani suatu riwayat; kedua rakjat itu sekarang harus mempunjai kemauan, keinginan hidup mendjadi satu. Bukannja djenis (ras), bukannja pula batas-batas negeri jang mendjadikan "bangsa" itu.”
Source: Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Bangsa itu adalah suatu persatuan perangai jang terdjadi dari persatuan hal-ichwal jang telah didjalani oleh rakjat itu.”
Source: Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Nasionalisme itu jalah suatu itikad; suatu keinsyafan rakjat bahwa rakjat itu ada satu golongan, satu "bangsa"!”
Source: Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Bahwa jang menjebabkan kolonisasi itu bukanlah keinginan pada kemasjhuran, bukan keinginan melihat dunia-asing, bukan keinginan merdeka, dan bukan pula oleh karena negeri rakjat jang mendjalankan kolonisasi itu ada terlampau sesak oleh banjaknja penduduk, sebagai jang telah diadjarkan oleh Gustav Klemm, akan tetapi asalnja kolonisasi ijalah teristimewa soal rezeki.”
Source: Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1
“Obudź się, powstań i śmiało ogłoś: mój świat, moja odpowiedzialność.”
Source: Little Planet on The Prairie: Dunya Benim, Sorumluluk Benim
“Emocjonalny stosunek Polaków do sąsiednich narodów jest obciążony wspomnieniem doznanych krzywd, odniesionych ran (rzecz jasna tych, które nam zadano, a nie tych, które my zadawaliśmy) oraz rachunkiem poległych i pomordowanych. Łatwo rozdmuchać tlący się żar tej wrogości oraz pragnienie wyrównania rachunku. Robią to czasem politycy dla doraźnego, wyborczego zysku. Taki zysk zmienia się jednak w narodową stratę. Stosunki z sąsiednimi państwami zależą od psychologicznej tkanki stosunków między narodami. Dla każdego polskiego rządu – obojętne czy premierem będzie Kaczyński, czy Tusk – rozniecona wrogość wobec Rosjan, Niemców lub Ukraińców będzie jak kula u nogi, która nie pozwoli na układanie wzajemnych stosunków gospodarczych i politycznych w najlepiej pojętym interesie narodowym. Słono za to zapłacimy.”
Source: Zajeździmy kobyłę historii. Wyznania poobijanego jeźdźca
“Within this new work of art a creature from beyond the reach of Humanity has insinuated herself and now lurks there at the heart of the mystery, a power unimagined before our time.”
Source: Tomorrow's Eve