Quote image editor
“Yang menyakitkan itu bukan ucapan selamat tinggalnya,” lanjut gadis itu kemudian, “Yang menyakitkan itu kenangan-kenangan yang tertinggal di belakang, yang akan terus teringat, walaupun kau berusaha melupakannya. Satu-satunya cara hanya dengan berharap kau bisa membenturkan kepalamu dan mengalami amnesia. Itu bahkan dengan kemungkinan masa lalu itu masih akan kembali lagi kepadamu suatu saat nanti.” — Yuli Pritania
Yang menyakitkan itu bukan ucapan selamat tinggalnya,” lanjut gadis itu kemudian, “Yang menyakitkan itu kenangan-kenangan yang tertinggal di belakang, yang akan terus teringat, walaupun kau berusaha melupakannya. Satu-satunya cara hanya dengan berharap kau bisa membenturkan kepalamu dan mengalami amnesia. Itu bahkan dengan kemungkinan masa lalu itu masih akan kembali lagi kepadamu suatu saat nanti.