Quote image editor
“Tak ada yang bisa dilihat lewat jendela sekarang, kereta api ada dalam terowongan, dan ia merasa sedang pergi jauh dari kakak iparnya, dari Jean-Marc, dari teropongan orang, dari dimata-matai, menjauhi kehidupannya, kehidupan yang begitu tertancapkan padanya, yang begitu terbebankan padanya; kata-kata "lenyap dari pandangan" mendadak terlintas di pikirannya, dan ia kaget waktu menyadari bahwa perjalanan menuju kelenyapan tidaklah muram, bahwa naungan bunga mawar mitologisnya perjalanan itu lembut mulus dan ceria.” — Milan Kundera
Tak ada yang bisa dilihat lewat jendela sekarang, kereta api ada dalam terowongan, dan ia merasa sedang pergi jauh dari kakak iparnya, dari Jean-Marc, dari teropongan orang, dari dimata-matai, menjauhi kehidupannya, kehidupan yang begitu tertancapkan padanya, yang begitu terbebankan padanya; kata-kata "lenyap dari pandangan" mendadak terlintas di pikirannya, dan ia kaget waktu menyadari bahwa perjalanan menuju kelenyapan tidaklah muram, bahwa naungan bunga mawar mitologisnya perjalanan itu lembut mulus dan ceria.