Quote image editor
“Kusadari bahwa dunia telah memecah-mecah segalanya, memecah-mecah manusi amenjadi tuan dan budak, memecah perseorangan menjadi pikiran dan tubuh, dan memecah-mecah tubuh menjadi bagian yang terhormat dan yang tak terhormat. Kusadari bahwa dunia telah memecah-mecah segala sesuatu, kecuali diriku sendiri. Telah dipecah-pecahnya laki-laki, perempuan, anak-anak, penguasa dan yang dikuasai. Tak ada yang memisahkan pemecahan-pemecahan politik dari pemecahan-pemecahan seksual. Seniman yang jujur tahun dengan kejujurannya ke permainan politik dan tenggelam dengan seninya dalam jerat-jerat seks. Politik dan seks adalah musuh-musuh seni dan manusia. Tapi seorang seniman, yang dengan seninya, mengingatkan diri kepada jajaran orang-orang yang diperintah dengan nama apa saja atau negeri apa saja; yang, melalui kemanusiannya, menolak tubuh para penguasa dalam segala bentuk; yang, menurut pandangannya, tertarik kepada seks karena ilusi mengenai cinta; yang mengikatkan diri dengan dunia ini dan segala isinya, sementara diketahuinya dengan pasti bahwa dunia ini akan memecah-mecah dirinya, orang ini sama merasa pasti bahwa ia takkan dipecah-pecah.” — Nawal El Saadawi