Quotessence
Home / Quotes / Quote / Image

Quote image editor Titon Rahmawan

Back to previous page

“Orbit Telah kita temukan pintu yang akan membawamu masuk lebih dalam. Bukan altar yang tertutup kabut Tetapi bersit cahaya yang menyingkap landskap arsitektur yang selama ini kita cari. Gedung serupa kastil yang dulu pernah kau bangun kembali dari puing reruntuhan. Seperti peti artefak kuno yang kautemukan di dalamnya Lembar manuskrip lama berisi manifesto kesadaran: Sang anima yang kini jadi pusat gravitasi. Aku akan menantangmu menemukan kembali gulungan benang yang telanjur hilang. Teka-teki tentang seberapa dalam kita telah menyelam Dan ke mana seluruh penghuni kastil ini pergi? Apa yang kaukira bahwa kesadaran itu bukanlah sekadar preferensi artistik, melainkan deklarasi ontologis dari mana engkau dilahirkan. Siapa yang runtuh, siapa yang terlahir kembali? Siapa yang bertahan, siapa yang menyembuhkan? Siapa yang menghakimi, siapa yang menampung? Puisi memberi kita ruang untuk bernafas, dan kata-kata adalah udara yang mengisinya dengan makna. Jadi simbol-simbol yang kaucatat itu bukanlah figur pasif serupa boneka. Mereka adalah mekanisme korektif spiritual-psikologis yang memunculkan dirinya tanpa mengenakan topeng. Aku menyebutnya keniscayaan. Sebab engkau bukanlah syuhada. Bukanlah korban ketidakberdayaan. Bukanlah tubuh tanpa bayangan. Engkau adalah integrasi dan transedensi. Jika anima itu adalah pusat gravitasi, maka aku dan kamu adalah orbit. November 2025” — Titon Rahmawan

Quote 1080 x 1350 Instagram portrait
More
Platforms
Pure ratios
Orbit Telah kita temukan pintu yang akan membawamu masuk lebih dalam. Bukan altar yang tertutup kabut Tetapi bersit cahaya yang menyingkap landskap arsitektur yang selama ini kita cari. Gedung serupa kastil yang dulu pernah kau bangun kembali dari puing reruntuhan. Seperti peti artefak kuno yang kautemukan di dalamnya Lembar manuskrip lama berisi manifesto kesadaran: Sang anima yang kini jadi pusat gravitasi. Aku akan menantangmu menemukan kembali gulungan benang yang telanjur hilang. Teka-teki tentang seberapa dalam kita telah menyelam Dan ke mana seluruh penghuni kastil ini pergi? Apa yang kaukira bahwa kesadaran itu bukanlah sekadar preferensi artistik, melainkan deklarasi ontologis dari mana engkau dilahirkan. Siapa yang runtuh, siapa yang terlahir kembali? Siapa yang bertahan, siapa yang menyembuhkan? Siapa yang menghakimi, siapa yang menampung? Puisi memberi kita ruang untuk bernafas, dan kata-kata adalah udara yang mengisinya dengan makna. Jadi simbol-simbol yang kaucatat itu bukanlah figur pasif serupa boneka. Mereka adalah mekanisme korektif spiritual-psikologis yang memunculkan dirinya tanpa mengenakan topeng. Aku menyebutnya keniscayaan. Sebab engkau bukanlah syuhada. Bukanlah korban ketidakberdayaan. Bukanlah tubuh tanpa bayangan. Engkau adalah integrasi dan transedensi. Jika anima itu adalah pusat gravitasi, maka aku dan kamu adalah orbit. November 2025
— Titon Rahmawan