Quotessence
Home / Quotes / Quote / Image

Quote image editor Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Back to previous page

“Ikan yang bersedih memuntahkan kegelapan. Saya melihat Beliau mendekati gadis itu dan pelan-pelan membawanya ke dalam saya. Anak itu menapakkan kakinya, tapi hanya sedikit sekali yang ia ceritakan pada saya. Hanya ingatan terakhirnya: ditampar oleh ibunya, melarikan diri ke taman, bermainan ayunan berhari-hari sampai akhirnya dia berayun terlalu jauh dan terlempar ke luar angkasa. Saya tidak pernah tahu kalau luar angkasa dipenuhi anak-anak kecil yang terlempar dari ayunan. Tapi, kesedihan gadis ini begitu dalam. Begitu dalam, hingga matanya tak bisa melihat apa pun selain kegelapan. Dan, begitu gelap, hingga cahaya apa pun tidak bisa menembus selubung hitam yang melingkupi dirinya. Dan semua perasaan sedih itu tidak bisa keluar lagi; hanya semakin banyak luka yang masuk, tapi tidak bisa pergi, terjebak selamanya di dalam. Dan mereka terlempar pergi ke rongga angkasa, sebelum akhirnya, jika Beliau tidak datang menjemput, mereka sendiri akan menjadi rongga angkasa; menelan tanpa pernah memuntahkan, menolak semua jenis cahaya karena tak bisa lagi memercayai kebahagiaan.” — Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Quote 1080 x 1350 Instagram portrait
More
Platforms
Pure ratios
Ikan yang bersedih memuntahkan kegelapan. Saya melihat Beliau mendekati gadis itu dan pelan-pelan membawanya ke dalam saya. Anak itu menapakkan kakinya, tapi hanya sedikit sekali yang ia ceritakan pada saya. Hanya ingatan terakhirnya: ditampar oleh ibunya, melarikan diri ke taman, bermainan ayunan berhari-hari sampai akhirnya dia berayun terlalu jauh dan terlempar ke luar angkasa. Saya tidak pernah tahu kalau luar angkasa dipenuhi anak-anak kecil yang terlempar dari ayunan. Tapi, kesedihan gadis ini begitu dalam. Begitu dalam, hingga matanya tak bisa melihat apa pun selain kegelapan. Dan, begitu gelap, hingga cahaya apa pun tidak bisa menembus selubung hitam yang melingkupi dirinya. Dan semua perasaan sedih itu tidak bisa keluar lagi; hanya semakin banyak luka yang masuk, tapi tidak bisa pergi, terjebak selamanya di dalam. Dan mereka terlempar pergi ke rongga angkasa, sebelum akhirnya, jika Beliau tidak datang menjemput, mereka sendiri akan menjadi rongga angkasa; menelan tanpa pernah memuntahkan, menolak semua jenis cahaya karena tak bisa lagi memercayai kebahagiaan.
— Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie