Quotessence
Home / Quotes / Quote / Image

Quote image editor Titon Rahmawan

Back to previous page

“ANOMALI CINTA (suwung, bening, mistik) Aku telah menanggalkan namaku di depan pintu, lalu memasuki ruang yang tidak punya arah, tidak punya dinding, tidak punya siapa-siapa— kecuali engkau yang kutemukan di antara helaan angin yang ingin pulang tanpa tahu dari mana ia datang. Di sini, cinta bukan tubuh. Ia bukan rasa. Ia bukan permintaan. Ia hanyalah cahaya kecil yang tetap menyala meski dunia di sekitarnya telah hangus menjadi abu. Aku duduk bersila, di tengah ruangan sunya ruri menyentuhkan dahiku pada tanah yang tak bernama, dan dunia menjadi sunyi seperti awal mula penciptaan. Dalam hening itu, aku mendengar getar yang kau tinggalkan— bukan getar luka, bukan getar kehilangan, melainkan getar “ada”, yang selalu kembali meski telah lama pergi. Cinta bagiku bukan keinginan untuk memiliki, tetapi kesediaan untuk terus menjaga nyala yang bahkan bukan milikku. Jika kau retak, aku menadah retakmu. Jika kau hilang, aku menunggu arah pulangmu tanpa menagih turunnya hujan kepastian. Dan jika malam terlalu pekat hingga engkau tak mengenali langkahmu sendiri, aku akan menyalakan pelita di antara akar bakau yang tenggelam dalam air pasang, agar ada seberkas cahaya yang memanggil langkahmu kembali ke dunia. Cinta bagiku adalah suwung: ruang yang membiarkanmu runtuh tanpa harus merasa kalah. Ruang yang tidak hendak menghakimi, tidak menuntut nama, tidak menagih balasan. Aku hanya penenang badai, penjaga sepoi, pengingat bahwa dalam dirimu pernah terbit cahaya yang tak sempat kau percaya bahwa ia sungguh ada. Dan bila kelak kau tiba di ambang itu dalam keadaan hampir menjadi bayangmu sendiri, aku tidak akan bertanya mengapa kau datang terlambat. Aku hanya akan membuka pintu suwung rumah kita dan berbisik pelan ke dalam relung kesadaranmu: “Lihatlah, aku masih di sini menyambut kehadiranmu." Selama nyala itu masih ada percayalah, kau bisa pulang kapan saja. Desember 2025” — Titon Rahmawan

Quote 1080 x 1350 Instagram portrait
More
Platforms
Pure ratios
ANOMALI CINTA (suwung, bening, mistik) Aku telah menanggalkan namaku di depan pintu, lalu memasuki ruang yang tidak punya arah, tidak punya dinding, tidak punya siapa-siapa— kecuali engkau yang kutemukan di antara helaan angin yang ingin pulang tanpa tahu dari mana ia datang. Di sini, cinta bukan tubuh. Ia bukan rasa. Ia bukan permintaan. Ia hanyalah cahaya kecil yang tetap menyala meski dunia di sekitarnya telah hangus menjadi abu. Aku duduk bersila, di tengah ruangan sunya ruri menyentuhkan dahiku pada tanah yang tak bernama, dan dunia menjadi sunyi seperti awal mula penciptaan. Dalam hening itu, aku mendengar getar yang kau tinggalkan— bukan getar luka, bukan getar kehilangan, melainkan getar “ada”, yang selalu kembali meski telah lama pergi. Cinta bagiku bukan keinginan untuk memiliki, tetapi kesediaan untuk terus menjaga nyala yang bahkan bukan milikku. Jika kau retak, aku menadah retakmu. Jika kau hilang, aku menunggu arah pulangmu tanpa menagih turunnya hujan kepastian. Dan jika malam terlalu pekat hingga engkau tak mengenali langkahmu sendiri, aku akan menyalakan pelita di antara akar bakau yang tenggelam dalam air pasang, agar ada seberkas cahaya yang memanggil langkahmu kembali ke dunia. Cinta bagiku adalah suwung: ruang yang membiarkanmu runtuh tanpa harus merasa kalah. Ruang yang tidak hendak menghakimi, tidak menuntut nama, tidak menagih balasan. Aku hanya penenang badai, penjaga sepoi, pengingat bahwa dalam dirimu pernah terbit cahaya yang tak sempat kau percaya bahwa ia sungguh ada. Dan bila kelak kau tiba di ambang itu dalam keadaan hampir menjadi bayangmu sendiri, aku tidak akan bertanya mengapa kau datang terlambat. Aku hanya akan membuka pintu suwung rumah kita dan berbisik pelan ke dalam relung kesadaranmu: “Lihatlah, aku masih di sini menyambut kehadiranmu." Selama nyala itu masih ada percayalah, kau bisa pulang kapan saja. Desember 2025
— Titon Rahmawan