“JENAWI I. Kincah Belanga Di antara gemeretak lentik kayu api gamang tualang di atas tempaan besi gabak mata di balik tungku pembakaran dan bayang kuasi samudra air mata teraduk sempurna dalam kincah belanga. Adakah sebuah perasaan lain yang mungkin, selain cinta? Jerih sebatang besi atau mungkin perih kersani yang niscaya beradu di antara hati dan jantung maut, saat keduanya bertaut? Duhai pemutus rantap, jangan sekali-kali mata ditentang nyata, sebab kena tuahnya mati Belanda Duhai engkau penetak leher lembu betina. Akankah kaubawa keping secuil hatiku ke mana pun engkau pergi berkelana? Seperti kerat jangat dalam bungkus selampai putih Pada tajam mulut atau garit luka dingin parasmu yang hadir dalam ruap mimpi dan balau igauanku. Engkau mungkin saja sekadar fatamorgana di mana aku mengada dalam tiap tetes bening air mata rembulan, tempat di mana dulu aku melabuhkan segala kerinduan.”
Quote by Titon Rahmawan
Author
You May Also Like
Source: The Jacatra Secret
“Ce monde est sans importance et qui le reconnait conquiert sa liberté.”
Source: Caligula
Source: Pour une morale de l'ambiguïté
Source: Journey to the End of the Night
Source: Detransition, Baby
Source: L'hiver de force
Source: Paper Girls, Volume 2
“Het respect voor normen en waarden is ogenschijnlijk tot een uitzonderlijk niveau gedaald.”
Source: Voor een betere wereld