“Hari ini kau kembali dalam diriku seperti bintang di langit itu —sesuatu yang ada di antara kerdip dan hilang, yang selalu muncul pada titik di mana lupa menyiapkan kekosongan. Kubayangkan kau biru, mutiara, menangis.” SadnessSeparation Book:The Question of Red Source: The Question of Red
“Tertawa bisa menunda kesangsian. Itulah efek narkotik seni. Aku akan hirup habis-habisan karena besok semuanya akan punah dan kita semua akan merasa hampa.” Laugh Book:The Question of Red Source: The Question of Red
“Aku tak tahu mengapa hari-hari ini aku begitu sering tersentuh. Oleh pohon, oleh, burung, air sungai. Entah mengapa, hal-hal kecil yang memikat yang pernah diajarkan kepada kita, ketika kita mendekat kepada mereka, mereka tampak begitu besar, nyaris suci. Memang melo-dramatis rasanya mengatakan ini semua tetapi aku tak mengada-ada. Kami tahu aku bukan orang yang religius; dulu aku malah suka menegaskan diri bahwa aku tak beragama justru agar para sejawatku tak mengusikku. Tetapi akhir-akhir ini aku merasa, berteduh dalam kesendirian juga pengalaman religius.” SolitudeReligion Spirituality Book:The Question of Red Source: The Question of Red
“Perjalanan: melatih diri untuk tetap menjaga jarak seraya berbagi begitu banyak.” TravelDistancePerjalananJarak Book:Amba Source: Amba
“Nggak ada yang lebih menyedihkan di dunia ini, daripada permintaan maaf yang nggak pada tempatnya.” ApologyMaafIroni Book:Amba Source: Amba
“Ya, Kahyangan memang tak adil. Atau bisa adil dalam ketakadilan. Kita bisa mengeluh, mengejek, memaki-maki, memohon, mengelabui, menghujat, berbaik-baik, berteman, bahkan bercinta dengan para dewa, tapi kita telah belajar untuk tidak mengharapkan lebih banyak lagi dari uluran “niat baik” mereka.” HidupSabarMenerimaLapang DadaLegowo Book:Amba Source: Amba
“Aku bahkan tak percaya konsep pahlawan resmi, sebab pahlawan hadir dalam kehidupan sehari-hari, pada mereka yang berkorban dan yang bertahan memikul beban.” KehidupanBebanPahlawanBerkorbanSehari Hari Book:Kekasih Musim Gugur Source: Kekasih Musim Gugur