Quotessence
Home / Quotes / Quote by Goenawan Mohamad

Quote by Goenawan Mohamad

Work

Percikan: Kumpulan Twitter @gm_gm Goenawan Mohamad

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Goenawan Mohamad
Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad, born on July 29, 1941, is a renowned Indonesian poet. His poetry is deeply influenced by Indonesian culture, showcasing rich emotions and profound thoughts. Goenawan Mohamad's works hold an important position in the Indonesian literary world and are considered one of the representatives of modern Indonesian poetry. more

You May Also Like

“Nyali wartawan adalah salah satu modal utama dalam kerja-kerja investigasi. Manajemen nyali adalah sesuatu yang harus dilakukan tidak saja oleh mereka yang bekerja di lapangan, tetapi juga tim pendukungnya. Tim pendukung yang bekerja di kantor tidak boleh menjadi "provokator" yang bisa menjerumuskan rekannya di lapangan dalam resiko, tetapi di saat yang sama mereka juga tidak boleh menjadi faktior yang melucuti semangat.”

“Pemahaman wartawan Amerika tentang kebebasan pers tumbuh dari model Pencerahan ini ketika pers dipandang sebagai pembela masyarakat melawan kekuasaan sewenang-wenang negara (Bailyn, 1967). Sebaliknya, dalam pemikiran politik Islam, nilai-nilai hukum ataupun nilai-nilai moral ditentukan oleh wahyu Ilahi. Cendekiawan Islam Afganistan, Mohammad Hashim Kamali (1998), menjelaskan bahwa tak seperti hukum konstitusional modern, syariat diilhami oleh kemanunggalan Tuhan dan manusia. "Hukum Islam tidak berangkat dari posisi konflik antara hak dan kepentingan individu melawan negara... Dengan demikian, dualitas kepentingan yang sering digambarkan dalam konstitusi modern tidak mewakili gambaran yang sama seperti teori pemerintahan dalam Islam.”

“Wartawan dan kebohongan adalah dua senyawa yang tidak boleh bersatu. Wartawan adalah profesi yang menuntut kejujuran dan keterusterangan dalam memperoleh dan memublikasikan berita, dan berbohong adalah perilaku untuk mengelabui atau menutup-nutupi suatu fakta. Wartawan yang berbohong dengan beritanya, karena itu bisa disebut telah melakukan kejahatan terbesar kepada publik.”