“Begini. Sebuah otobiografi tidak ada nilainya, kecuali jika si penulis merasa kehidupannya tidak berguna. Kalau dia memganggap dirinya orang besar, karyanya akan menjadi subjektif. Tidak objektif. Otobiografiku hanya mungkin jika ada keseimbangan antara keduanya. Sekian banyak yang baik-baik supaya dapat mengurangi egoku dan sekian banyak yang jelek-jelek sehingga orang mau membeli buku itu. Kalau dimasukkan yang baik-baik saja, orang akan menyebutku egois, karena memuji diri sendiri. Sebaliknya memasukkan yang jelek-jelek saja akan menimbulkan suasana mental yang buruk bagi rakyatku sendiri. Hanya setelah mati dunia ini dapat menimbang dengan jujur, apakah Sukarno manusia yang baik ataukah manusia yang buruk? Hanya di saat itulah dia baru dapat diadili.”
Quote by Cindy Adams
Work
Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Browse quotes and source details for this work. more
Author
You May Also Like
“Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Rakyat kecil.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Aku boleh saja dianggap tukang bercinta, tetapi aku bukanlah pembunuh seorang gadis remaja.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Lebih oenting dari bahasa kata-kata yang tertulis adalah bahasa yang keluar dari lubuk hati.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
“Itulah sebabnya mengapa persoalan-persoalan Asia harus diselesaikan dengan cara Asia.”
Source: Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
