“Apa yang tidak dapat dinyatakan dengan mulut maupun dengan pena, bagi kami matalah yang terapung dalam selubung air mata mengengadah ke langit. Seolah-olah mencari, akhirnya di sana, di tengah-tengah malaekat-malaekat Tuhan yang lain, kami menemukan malaekat yang seorang. Oleh karena hati kami mennagis pedih melihat kemurungan yang banyak di dunia ini, malaekat tersebut turun dengan kepakan sayap yang halus. Dia menghibur dan memenuhi kesedihan hati kami dengan kegembiraan ilahi. Syukur! Syukur! Syukur! Seru tiap denyut jantung, tiap denyut nadi. Dan tiap helaan nafas adalah doa syukur.”
Quote by Sulastin Sutrisno
Work
Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Browse quotes and source details for this work. more
Author
You May Also Like
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
“Hidup, alangkah penuh teka-teki dan rahasia kamu!”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
“Keningratan membawa kewajiban - Indah Yusari”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
“Seorang perempuan bangsawan tidak boleh bekerja, ia harus dilayani - Afra Suci”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini