“Jika ada yang ingin kuberikan untukmu, itu hanyalah sekotak Crayon. . . Untuk mewarnai langitmu yang kelabu. Dipagi hari. . .kamu bisa mewarnainya dengan merah muda yah langit dengan matahari terbit memang indah. Disiang hari buatlah banyak cahaya matahari dengan kuning keemasan dan campurkan juga biru yang menenangkan. Namun jika kau ingin cuaca sejuk segar, kau boleh gunakan warna perak dan putih untuk cahaya kilat dan hujan yang lebat. Ada apa dibalik hujan? kutemukan jawaban. . .mari gunakan semua warna yang kau punya, ciptakan Pelangi. Pita indah warna-warni. Biarkan harimu berseri. Dan senja datang. . . ayo gunakan sang Jingga yang jelita, ucapkan selamat tinggal pada bola cahaya raksasa. Hari menggelap?belum! mari kita torehkan Ungu dengan titik-titik cahaya . . .selanjutnya kau boleh menghitamkannya, biarkan gelap menemani mimpimu tapi jangan lupa simpan sebuah bintang díbawah bantal, bersama dengan kotak warnamu . . . Esok warnai lagi langitmu dengan warna apapun yang kau mau. . . Berjanjilah jangan biarkan langitmu kelabu!”
Quote by CitЯa ЯiZcha Maya
Author
You May Also Like
“Hijau adalah warna yang indah. Warna Islam. Warna kesukaanku.”
Source: Life of Pi
“Putih itu bukan warna dari air murni. Kita saja yang terkadang salah memaknainya”
Source: Rahasia Selembar Kertas
“Tak selalu hidup itu butuh warna, layaknya kopi yang seharusnya tak pernah mengenal gula.”
“Rabu, kutanya padamu, apakah kesedihan harus memilliki warna atau hari khusus untuk dirayakan?”
Source: Di Kota Tuhan Aku Adalah Daging yang Kau Pecah-pecah: Sekumpulan Puisi
“Tak selalu hidup itu butuh warna. Seperti kopi, yang seharusnya tak pernah mengenal gula”
“Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri”
“Kau tak kenal bangsamu sendiri.”
Source: Child of All Nations
Source: Bulan Terbelah di Langit Amerika