“Ilusi Kebahagiaan Kau tahu, aku masih mencari kebahagiaan untuk diriku sendiri dan barangkali untuk kita berdua, Kay. Tidak seperti kegembiraan semu yang pernah engkau miliki Aku tahu, bukan surga yang engkau cari. Semestinya kebahagiaan bukanlah cuma angan-angan belaka. Ia hanyalah hantu gentayangan yang membayangi semua langkah kita. Lagu muram yang masih setia engkau dengarkan. Lagu yang sama, yang kau putar berulang kali Riuh rendah hujatan Sumpah-serapah penuh umpatan. Siapa ingin melucuti kehormatanmu? Mereka tak pernah sungguh-sungguh mencintaimu! Keping mata uang yang tak kurang bejatnya dari dunia ini. Dunia yang sepenuh hati ingin kita ingkari. Tak hendak kucemooh ilusi kebahagiaan semacam itu. Aku hanya tak ingin melihatmu sedih dan menderita. Malam mencengkeram lewat mimpi buruk yang memuakkan. Mimpi yang tak mengijinkan diriku mencintaimu apa adanya. Siapa pun engkau, Kay. Apa pun anggapan orang tentang dirimu; Sekalipun lonte... Sekalipun sundal pinggiran jalan. Aku cuma peduli Apa yang engkau pikirkan Apa yang engkau rasakan. Engkau rembulan sungsang Aku bulbul tak tahu diri. Tapi demi Tuhan, Kay Katakan padaku, Apakah engkau mencintaiku? Apakah kau sungguh-sungguh mencintaiku? 2024 - 2025”
Quote by Titon Rahmawan
Author
You May Also Like
Source: Weyward
“Time sleeping is always well spent.”
Source: Dream Storm Sea
Source: Dream Storm Sea