Quotessence
Home / Quotes / Quote by Richard Engel

Quote by Richard Engel

“When the Furies were released in the Middle East, an evil emerged beyond my worst imaginings. The joy of the Middle East has been replaced by fear, pervasive in Iraq and Syria and darkening the lives of people throughout the region. This is why refugees have been flowing out of the Middle East by the millions for Europe. If President Bush’s seeds of democracy or the Arab Spring had bloomed, these families wouldn’t be risking everything to leave. Many in the region have simply lost all hope, which is understandable. If you lived in Libya after the fall of Gadhafi, you’d be terrified. You can’t work, you can’t sell your goods, your children can’t go to school, you can’t even drive around without fear of being kidnapped by bandits or terrorists. It’s not a place where people can be happy and even marginally prosperous. It’s pure chaos. It’s worse in Iraq and Syria.”

Quote by Richard Engel

Author

Richard Engel
Richard Engel

Richard Engel is an American journalist born on September 16, 1973. He is known for his reporting in war zones and in-depth investigations, having won multiple journalism awards. more

You May Also Like

“Kamu pikir otakmu spesial? Kamu pikir kesadaranmu itu nyata? Omong kosong. Otakmu hanyalah tumpukan lemak dan listrik yang perlahan-lahan membusuk, mengikis ingatanmu, merusak logikamu, dan pada akhirnya mengubahmu menjadi sekadar mayat hidup yang tersesat dalam kehampaan. Setiap detik, neuronmu mati. Tidak peduli seberapa cerdas kamu merasa, sinapsis yang dulu tajam kini semakin lambat, semakin lemah, semakin kacau. Dopamin, serotonin, dan semua zat kimia yang memberimu ilusi kebahagiaan dan motivasi? Mereka berkurang, membuatmu makin apatis, makin tidak peduli, makin kosong. Kamu pikir bisa melawan? Makan makanan sehat? Meditasi? Latihan otak? Percuma. Entropi tetap menang. Semakin bertambah usia, otakmu akan menyusut, belitan neuron yang dulu kompleks akan menjadi labirin kusut yang penuh dengan plak dan sampah seluler. Fokusmu akan hancur, ingatanmu akan terkikis, dan pada akhirnya kamu bahkan tidak akan ingat siapa dirimu. Dan yang paling ironis? Saat otakmu mulai benar-benar rusak, kamu tidak akan menyadarinya. Kamu akan tetap merasa "baik-baik saja," padahal sistemmu sedang mengalami degradasi tanpa ampun. Lalu tiba waktunya, ketika sinyal listrik yang dulu membuatmu "hidup" akhirnya padam. Semua pemikiran, kenangan, dan kesadaranmu? Hilang. Tidak ada jiwa, tidak ada kebangkitan, hanya kehampaan. Jadi, nikmati sekarang selagi bisa. Karena cepat atau lambat, otakmu akan menjadi bangkai kering yang tak ada bedanya dengan debu. Kamu hanyalah ilusi sementara dalam pusaran entropi.”