Quotessence
Home / Quotes / Quote by Lucia Priandarini

Quote by Lucia Priandarini

Work

Dua Garis Biru

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Lucia Priandarini

Browse famous quotes and profile details for Lucia Priandarini. more

You May Also Like

“Bu, maafin Bima ya. Bima tiap saat berdoa, kalau Bima masuk neraka, Ibu jangan sampai ikut,” Bima berusaha biasa saja, padahal dalam hati ia menahan tangis Ibu Bima terkesiap, menatap putranya, tapi juga mencoba biasa saja, “Kalau Ibu berdoanya tiap saat, semoga kamu masuk surga.” “Emang masih bisa ya, Bu?” tanya Bima polos. “Bim, kalau Ibu aja pelan-pelan bisa maafin kamu, apalagi Allah.” Bima terhenyak. “Tapi Bu, kalau Bima boleh minta, Ibu juga harus bisa maafin diri Ibu sendiri,”

“Hubungan orangtua dan anak bukan datang semata-mata karena hubungan darah, tapi datang dari kesediaan dan kesadaran kita untuk membayar hutang kehidupan yang Tuhan berikan. Kata Gibran, anak kita bukanlah milik kita, mereka tidak berhutang apapun kepada kita, tapi berhutang kepada masa depan mereka masing-masing. Jadi jangan mengeksploitasi anak karena alasan mereka berhutang hidup sehingga boleh dipaksa patuh dan berbakti. Perintah Tuhan untuk berbakti kepada orangtua bukan alat untuk menuntut anak untuk berbakti, tapi tuntutan kepada diri untuk memberikan contoh bakti kepada orangtua sendiri. Anak-anak melihat tauladan, dan di atas semua, mereka bisa memberikan cinta selama mereka mendapatkan cinta.”