“This competition in your life should be focused only on how you show up each day versus the version of you that you are striving to be.”
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
“Tetapi saya tidak puas, sama sekali masih belum puas. Lebih jauh, selalu lebih jauh yang saya kehendaki! Bukan, bukan perayaan, bukan bersuka-sukaan yang saya inginkan, yang menjadi tujuan keinginan saya akan kebebasan. Saya ingin bebas agar saya boleh, dapat berdiri sendiri, tidak perly bergantung kepada orang lain, agar ... agar tidak harus kawin. Tetapi kami harus kawin, harus, harus. Tidak kawin adalah dosa yang paling besar bagi seorang perempuan Islam, cela yabg paling besar yang ditanggung seorang gadis Bumiputera dan keluarganya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Cinta, apakah yang kami ketahui tentang cinta di sini? Bagaimana kami dapat mencintai seorang laki-laki dan seorang laki-laki mencintai kami, kalau kami tidak saling mengenal, ya bahkan yang seorang tidak boleh melihat yang lain. Anak gadis dan anak muda dipisahkan sungguh-sungguh.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Para lanjut usia, jangan menolak segaka yang baru. Ingatlah, bahwa semua yang sekarang sudah tua, juga pernah baru.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bila orang hendak sungguh-sungguh memajukan peradaban, maka kecerdasan pikiran dan pertumbuhan budi harus sama-sama dimajukan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Akan tiba saat permulaan untuk mengakhiri ketidakadilan yang besar, yang menyebabkan ribuan hati perempuan dan anak hancur luluh.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Kami akan menggoncangkannya, Ibu sayangm dengan segala kekuatan walaupun yang akan runtuh hanya satu butir batu saja. Maka kami akan merasa bahwa hidup kami tidak sia-sia.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Adalah suatu pertolongan dan bantuan besar sekali bagi orang laki-laki jika perempuan berbudi tinggi dan terpelajar.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Betapa ganjil dan ajaibnya rasa kasih sayang itu; tidak mau dipaksa, tidak mau diikat dimanapun juga. Datang tanpa diundang, tanpa disangka-sangka. Dan dengan sepatah kata saja, tetapi sepatah kata yang menjenguk jauh ke dalam kehidupan batin masing-masing, jauh mengikat dua jiwa yang sampai sekarang belum saling mengenal dengan ikatan kukuh erat.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Alangkah besarnya kekuasaan pengaruh kebangsawanan pikiran dan budi, sehingga perubahan yang amat besar dalam kehidupan manusia yang sangat banyak dapat diwujudkan dalam waktu beberapa jam saja olehnya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya