“Apabila kami menghendaki orang lain mengikuti jejak kami, maka contoh yang kami berikan haruslah sesuatu yang berbicara, menimbulkan rasa kagum dan keinginan untuk menirunya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Siapa yang kiranya akan dapat lebih baik memperhatikan kepentingan seni Jawa kecuali anak bangsa itu sendiri, yang cintanya kepada seni Bumiputera sudah dibawanya sejak lahir dan tidak diajarkan kepadanya kemudian?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Dan dimana urusan rumah tangga ada di tangan perempuan, di situ sudah barang tentu orang harus mulai mengajar perempuan agar hemat dulu, apabila orang ingin lihat rakyat hemat. Apa gunanya orang laki-laki belajar mengenal kebaikan itu kalau perempuannya sendiri sebagai pemegang rumah tangga tidak tahu nilai uang?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“আমি আমার পিতৃদেব ভগবানচন্দ্র বসুর কথা বলিতেছিলাম। তাঁহার জীবন দেখিয়া শিখিয়াছিলাম যে, সার্থকতাই ক্ষুদ্র এবং বিফলতাই বৃহৎ। এইরূপে যখন ফল ও নিষ্ফলতার মধ্যে প্রভেদ ভুলিতে শিখিলাম, তখন হইতেই আমার প্রকৃত শিক্ষা আরম্ভ হইল। যদি আমার জীবনে কোনো সফলতা হইয়া থাকে তাহা নিষ্ফলতার স্থির ভিত্তির উপর প্রতিষ্ঠিত।”
Source: অব্যক্ত
“Tidak perlu penjelasan kenapa kemajuan kepandaian masyarakat Bumiputera tidak dapat pesat, apabila dalam hal itu perempuan terbelakang." Setiap waktu kemajuan perempuan itu ternyata merupakan faktor penting dalam peradaban bangsa.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Hanya orang-orang yang kuat hati dan pikirannya yang dapat bertahan dalam taufan semacam itu, dapat melawan kekejaman dan kekerasan dunia.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bahwa tahu, mengerti, dan menginginkan itu dosa bagi anak perempuan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Akan lebih banyak lagi yang tidak belajar dan tidak melihat apapun dapat berfikir dan merasa seperti kami tetapi penderitaannya bukan main.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Renggutlah hati dari tubuh dan otak dari kepala kami kalau orang hendak mengubah kami.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Pandai itu tidak merupakan kebahagiaan untuk setiap orang. Celakalah apabila orang dapat berfikir tetapi tidak boleh; apabila orang dapat merasa, mampu dan mau, tetapi tidak boleh. Lebih baik tetap bodoh saja.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya