Quotessence
Home / Topics / Bijaksana Quotes

Bijaksana Quotes

Browse 40 quotes about Bijaksana.

Bijaksana Quotes

“Kehidupanmu ada di persimpangan berikutnya. Dulu kamu bertanya tentang definisi pulang, dan kamu berhasil menemukannya, bahwa siapa pun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan. Kamu akhirnya pulang menjenguk pusara bapak dan mamakmu, berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tapi lebih dari itu, ada pertanyaan penting berikutnya yang menunggu dijawab. Pergi. Sejatinya, ke mana kita akan pergi setelah tahu definisi pulang tersebut? Apa yang harus dilakukan? Berangkat ke mana? Bersama siapa? Apa 'kendaraannya'? Dan ke mana tujuannya? Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Itulah persimpangan hidupmu sekarang. Menemukan jawaban tersebut. 'Kamu akan pergi ke mana?'.”

“Pada dasarnya, manusia kan mencintai dirinya sendiri. Tahu mitos soal 'kalau mukanya mirip berarti jodoh', dan suami-istri biasanya berwajah mirip? Mitos itu cuma cara masyarakat untuk berkilah dari pengakuan bahwa mereka mencintai dirinya sendiri, atau itu dorongan dari alam bawah sadar mereka. Aku rasa, itu terjadi karena setiap orang terlalu mencintai dirinya sendiri. Makanya dia bakal merasa cocok sama orang lain yang serupa sama dia. Wajahnya serupa, kelakuannya serupa—semua mengacu pada dirinya sendiri.”

“Perang terjadi karena manusia berpikir pendek dan mengikuti emosi, terutama rasa takut. Filsafat Cina, Tao Teh Ching berkata, 'Rasa takut menyebabkan senjata dikumpulkan. Sebenarnya tidak ada yang suka perang. Para bijak akan selalu menghindarinya.' Sama seperti semua hal buruk lainnya. Tapi, kalau bergerak dengan perencanaan dan taktik, tujuan sebesar apa pun bisa dicapai.”

“Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah, syarak mengata, adat memakai. Maknanya, adat Minangkabau itu merujuk pada agama dan agama merujuk pada Al-Quran. Agama yang memberikan fatwa, adat yang melaksanakannya. Antara agama dan adat itu tidak untuk dipertentangkan, tapi saling bersandar satu sama lain. Kalian amalkan agama, tapi kalian hormati pula adat istiadat kita yang kaya ini. Adat yang baik kita pakai, yang buruk kita buang.”

“Pasangan yang 'saling mengisi', misalnya pribadi atau kebiasaan cowoknya bertolak belakang sama ceweknya. Ada juga cewek yang suka cowok yang berasal dari dunia pergaulan yang beda sama dirinya. Itu karena, disadari atau enggak, dia punya obsesi terpendam yang enggak bisa dia lakuin sendiri, dan dia temukan itu di orang lain. Jadi, seolah-olah dia bisa melihat obsesinya itu terwujud lewat pasangannya. Tetap aja mengacu pada dirinya sendiri, 'kan? Itu cara kita berkilah dari pengakuan bahwa kita enggak berhasil menciptakan obsesi itu sendiri.”