Quotessence
Home / Topics / Pengingkaran Quotes

Pengingkaran Quotes

Browse 1 quotes about Pengingkaran.

Pengingkaran Quotes

“4 Suara Cinta Terlarang 1. Kejujuran yang Membakar Tubuh Aku mencintainya, dan dunia pun runtuh seperti tebing rapuh yang tak sanggup menahan detak jantungku sendiri. Aku tahu, aku tak mungkin menentang nyalang matahari, tapi tubuhku tidak mengenal larangan, dan terang tidak pernah menanyakan alasan mengapa dua jiwa yang luka saling mencari seperti dua nyala api yang ingin saling memakan, saling menghancurkan. Aku ingin berkata aku kuat, tapi setiap kali ia tersenyum dadaku pecah seperti rekah buah delima dan rahasiaku tumpah ke tanah yang tak pernah memintanya. Tak ada yang suci di dalamku, kecuali keberanianku mencintainya meski cinta itu mengutukku dengan cahaya yang terlalu panas untuk kuemban sendiri. Aku adalah perempuan yang terbakar nyala api oleh pelukan yang tak pernah terjadi. 2. Pengingkaran Metafisik Aku tidak mencintainya. Aku hanya mengikuti jejak sunyi yang muncul setiap kali ia melintas, seperti bayang yang tidak punya tubuh dan tubuh yang tidak punya tujuan. Jika aku memikirkannya, itu bukan cinta— hanya percikan waktu yang salah jatuh ke dalam mataku. Yang kupahami hanyalah kehampaan: ruang di antara kami yang menutup, membuka, menutup kembali, tanpa alasan yang dapat ditafsirkan. Aku tidak mencintainya, tapi aku mendengar detak langkahnya bahkan ketika ia tidak berjalan. Mungkin cinta hanyalah nama lain untuk ruang yang gagal menyebut dirinya sebagai ketidakhadiran. 3. Penolakan yang Bermartabat Aku mengusir perasaanku sendiri seperti menutup pintu rumah yang pernah menyelamatkanku dari gempuran badai. Aku tidak boleh menginginkan. Itu sudah cukup untuk menyiksaku. Jika ia berdiri di hadapanku, aku akan mengangguk, aku akan tersenyum, dan aku akan menyimpan seluruh gempa di balik tulang rusukku seperti perempuan yang menjaga rahasianya dengan kesunyian yang keras menentang salju musim dingin. Cinta ini tidak boleh bernama. Biarlah ia menjadi bayangan panjang yang lewat di atas lantai batu tanpa sempat menyentuhku. Aku tidak akan mencarinya. Aku tidak akan memanggilnya. Tapi Tuhan tahu aku memikirkannya setiap malam dengan hati yang gemetar dan mata menolak terpejam. 4. Pembenaran yang Paling Liar Jika dunia menolak cintaku, biarlah dunia yang diganti. Aku memandangnya seluruh hukum moral kuno retak seperti kaca tua yang selama ini hanya memantulkan kebohongan. Mengapa aku harus tunduk pada kata-kata yang diciptakan oleh orang-orang yang takut pada diri mereka sendiri? Cinta tak pernah salah— yang salah adalah bahasa yang gagal memanggilnya dengan nama yang tepat. Jika dosa adalah pintu, maka aku akan masuk dengan sepenuh hati dengan keras kepala. Jika cinta adalah perang, maka aku siap mati dengan penuh kebanggaan. Aku mencintainya dan aku tidak meminta maaf. Justru aku menuntut bintang untuk belajar bersinar seterang hasrat dan keinginanku sendiri. Desember 2025”