“Hidupnya bukan hanya menunda kekalahan, tetapi juga kehancuran, sebelum akhirnya dia menyerah.” LifeLife And Living Book:Olenka Source: Olenka
“Perjalanan saya seperti gerak mobil di jalan raya, ada lampu merah saya berhenti, ada lampu hijau saya berjalan, dan pada waktu mendekati penyeberangan saya mengurangi kecepatan.” LifeLife LessonsLife And Living Book:Olenka Source: Olenka
“Saya mengharapkan gerimis mempercepat kelam, supaya saya tenggelam dalam kegelapan.” SufferingMelancholy Book:Olenka Source: Olenka
“Dia luntang-lantung karena setiap jengkal ruang di alam semesta baginya panas dan dia tahu dia tidak akan menemukan tempat yang teduh, apalagi yang aman dan damai.” Suffering Book:Olenka Source: Olenka
“Bagaikan api unggun, semangatnya akan padam dengan sendirinya hanya kalau kayu terakhir sudah siap menjadi abu.” Character Book:Olenka Source: Olenka
“Mirip benar masa anak-anak saya dengan lalu lintas di jalan raya; semua diikat oleh kaidah formal, serba teratur, dan tanpa ikatan emosi.” ChildhoodReflectionFamily Relationships Book:Olenka Source: Olenka
“Tapi takdir pun, selama takdir itu berjalan sesuai dengan hukum alam, pasti dapat ditelusur. Ex nihilo nihil fit. Tidak ada sesuatu yang berasal dari sesuatu yang tidak ada. Kalau ada ini pasti ada itu, kalau ada itu pasti ada ini.” SastraFilsafat Book:Ny. Talis: Kisah Mengenai Madras Source: Ny. Talis: Kisah Mengenai Madras
“Saya senang masih bisa bermimpi. Kalau saya tidak dapat bermimpi, artinya hidup saya sudah sama sekali kering.” Life LessonsDreamsAspiration Book:Olenka Source: Olenka