“Saya sendiri orang agamawan, tapi yang terpenting sebenarnya adalah iman. Iman itu inklusif, sedang agama harus dan selayaknya ekslusif.... Betul, banyak sekali manusia beragama, tapi tidak beriman. Sedangkan tidak sedikit yang tidak beragama, "atheis dalam praksisnya", tetapi beriman: bersikap baik pada sesama, suka menolong yang lemah dlsb. Memang, idealnya, dua-duanya, beragama sekaligus beriman. Tapi hal ini membutuhkan pergulatan terus-menerus seumur hidup. Hal ini perlu sekali disadari karena menyangkut pandangan kita terhadap sesama manusia dan alam, ilmu pengetahuan dan yang lebih sempit lagi, sains, dan teknologi itu sendiri” ImanAgama Author:Mohamad Sobary
“Hidup bukan kita yang punya. Kita, mungkin, hanya pengelola yang merdeka, yang bebas menggelinding ke mana kita suka, selama tak bertentangan dengan irama gerak cakramanggilingan, roda nasib, yang berputar di luar kendali manusia.” TakdirNasibMohamad SobaryRoda NasibSang Musafir Book:Sang Musafir Source: Sang Musafir