“Kegundahan mulai datang mendekat. Padahal pintu hatiku telah kututup rapat-rapat. Daun jendela dan lubang angin telah kusumbat. Kunyalakan lampu penerang dan musik penyemangat. Tapi aku tak mengerti kegalauan kian menyerambat.” Galau Book:Melukis Asa Source: Melukis Asa