“tidur malamnya yang lena kerap terputus di tengah mimpi sebahagiannya jatuh di kaki katil sebahagiannya cair di susu isteri sebahagiannya kusut dibelit fikiran (Catatan Tentang Sahabat, I)” IngatanTidur Book:Opera Source: Opera
“perempuan yang sepi hatinya adalah secawan kopi perempuan yang sepi ia minum hatinya sendiri (perempuan kesepian)” WanitaPerempuanSepi Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“sekali-sekali ibu dilambung bimbang, menatap anaknya bagai ranting kering. ia sedar kini maut menyelinap ke dalam kamar dan menetap di antara gelas- gelas air. lalu berkata ibu: tak lama lagi kau duduk di sini.” IbuKematianNazak Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“cahaya bulan laut china terjun ke dalam gelas dan terbayang gelakmu wahai, betapa manusinya tapi bau mulutmu lebih manis dari itu angin lewat malam januari membawa bau isi kelapa wahai, betapa wanginya tapi bau rambutmu lebih wangi dari itu (maimon 3)” WanitaAlamKecantikan Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“pagi, tatkala ia bangun dari tidurnya aku pun tersua kejelitaan di matanya dadanya pipinya giginya (kejelitaan)” WanitaKecantikanKejelitaan Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“wuduk mengalir ke tubuh seorang perawan seperti anak sungai menuruni lembah menuju ke kuala (maghrib)” WanitaGadisPerawanSuciKesucian Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“sebuah rumah yang akan didiami sepasang angsa sebuah rumah yang akan dicintai sepanjang usia (perkahwinan)” CintaRumahPerkahwinan Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“dengan seberkas kunci di tangan kubuka seribu liang luka yang sekian lama tertutup kubiarkan seribu gabus duka yang mengapung di dalam dada berkumpul di depan matamu agar kau mengerti: makna makmur di tengah lapar makna harmoni di tengah inflasi makna mewah di tengah gundah (kunci)” KemiskinanEkonomi Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“jika kaujenguk ke dalam cermin di situlah terhampar tanah dirimu. tingkap dan cermin, kedua-duanya tercipta daripada kaca: kaca pengalaman dan kaca diri. jika kaumasuk ke kaca diri di situlah menjalar akar peribadimu.” KehidupanPengalaman Book:Petang Condong Source: Petang Condong
“tak ada lagi ruang kosong di rahim kota ini kecuali kaki gedung-gedung yang sombong kecuali lidah kita yang terjulur (sebuah warung)” KemanusiaanKemiskinanPembangunanBandarModenisasi Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“aku hanya merasa cemburu terhadap kebebasanmu bertahun-tahun di jantung paya yang kecil bersihkan lumut yang menyelubungi selaput matamu (tanya keli pada pengail)” KebebasanMakna Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“kerjaku mengajuk tabiat alam. sudah tiga dekad aku berusaha meniru tutur angin dan hujan, melakar marah ribut dan amuk laut. aku juga turut memindahkan susunan batu ke dalam susunan kata, yang bertahun kelu yang bermata sayu memandang sungai dan pantai. (Zeroks)” PengarangSastera Book:Petang Condong Source: Petang Condong
“inilah gua segiempatku: tingkap yang sentiasa menadah udara, langsir yang menapis cahaya, meja yang dikepung buku dan dinding yang menampung empat lima keping harapan masa tuaku. inilah dunia resahku aku hidup di cahaya separuh terang mengetam dan melicinkan puisiku pada kertas yang berselerak. (Gua)” PuisiPengarangPerpustakaan Book:Petang Condong Source: Petang Condong
“di kamar ini selembar hari minggu kubiarkan membeku di antara rak buku (catatan-catatan pendek)” PengarangWriterblock Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“kesakitan bagai ikan dalam arus. tak seorang sedar maut mera- yap di luar kamar dan tertiarap di antara gelas-gelas air. lalu bertanya anak: berapa hari lagi aku harus begini? (suatu dinihari di sebuah hospital)” KematianNazakKesakitan Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“segala ikrar dan janji yang dituangnya ada yang cair bersama air menjadi lumpur ada yang reput bersama rumput menjadi lumut ada yang dimakan anai-anai menjadi habuk” PolitikJanji Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“kau yang ghairah menggayakan kulitmu mengapa tidak kaubentangkan isimu? (Catatan Tentang Sahabat, 4)” ZahirMaknaBatinHipokrit Book:Opera Source: Opera
“seratus kenyang pun datang kalau tak biasa lapar tak kausua nikmatnya seratus cinta pun berkembang kalau tak pernah luka tak kausua nikmatnya (apakah yang lebih nikmat)” MaknaNikmat Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“yang kaunamakan bakat barangkali tidak lain dari egomu yang menggoda kata-kata yang terbentuk dari igauan tengah malam atau pagar yang terpacak di sekeliling namamu dalam simbahan sinar lampu (bakat)” PenulisSasteraBakat Book:Opera Source: Opera
“yang kausangkakan bakat barangkali tidak lebih dari banjiran perasaan yang mengapung kosong bagai sampah-sarap meriak ditolak ombak mendesak dari dalam dadamu atau banjaran impian di puncak gunung dibalut kabut tegak menusuk kulit kepalamu (bakat)” PenulisSasteraBakat Book:Opera Source: Opera
“umpamanya seorang buruh suatu petang yang sedang membersihkan longkang sebagai ganti daun kering dan kotoran ia menyapu potongan-potongan nasib serpihan-serpihan masa depan dan doa rakan-rakannya yang bertaburan (kunci)” KemiskinanNasibBuruh Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“air mengalir di antara kerikil-kerikil menempuh perut hutan ke kaki bukit yang berkata padanya di mana bentukmu? (bentuk)” MaknaKeindahanBentuk Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci
“cinta yang digetus bunganya bunga yang dipetik warnanya warna yang diketuk kilaunya kaukumpul seribu air mata di dalam cawan kauhirup seribu cawan seabgai pengalaman kaumakan seribu pengalaman tanpa pembetulan (tak ada guna lagi)” TakdirNasibSesal Book:Seberkas Kunci Source: Seberkas Kunci