“Cutting out that distraction, focusing on my lighthouse and goals, and defining the success I was and still am chasing was freeing.”
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
“Kalau ada kepentingan besar, kepentingan kecil harus diabaikan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Minta, bagi kami terlalu mengerikan, walaupun kamu tahu bahwa permintaan kami tidak akan ditolak. Dalam hal ini satu-satunya cara untuk mencapai tujuan ialah minta.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Hidup ini penuh teka-teki dan rahasia. Manusia mudah berubah-ubah. Jangan selalu mencari sebabnya pada tabiat yang lemah. Ada kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa dalam hidup yang menjadikan seorang pahlawan tampak menjadi pengecut. Jangan menyalahkan, betapapun hina dan rendahnya suatu perbuatan yang tampak, sebelum kamu mengetahui apa yang mendorong orang berbuat seperti itu.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Pergilah, bekerjalah untuk mewujudkan cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan ribuan orang tertindas oleh hukum yang lalim, dengan faham yang keliru tentang benar dan salah, tentang baik dan jahat. Pergilah, pergilah, tanggunglah derita dan berjuanglah tetapi bekerjalah untuk sesuatu yang kekal.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Apalah gunanya pemerintah memaksa orang laki-laki menyisihkan uang, kalau isteri-isteri mereka yang menyelenggarakan rumah tangga tidak mengenal tentang nilai uang?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal!”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Dalam hatinya karena perlawanan terhadap keadaan zaman, jiwanya menjadi matang. Ia tidak akan, tidak mau tunduk. Ia harus menempuh jalan baru.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Saya tidak dapat membayangkan apa jadinya, apa bila hidup - mudah-mudahan dijauhkan Allah - memisahkan kita. Seolah-olah samudera tak terbatas sekarang belum terbentang memisahkan kita. Tetapi jiwa yang bertemu dalam rasa simpati yang besar tidak memperhitungkan jarak, jiwa itu menyebrangi lautan-lautan yang paling besar dan negeri-negeri yang terbentang luas untuk saling berhubungan. Surat menyurat merupakan pertemuan yang luar biasa. Selamat bagi mereka yang pertama kali menemukannya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Jangan kau katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya