Quotessence
Home / Quotes / Quote by Brien Blatt

Quote by Brien Blatt

Author

Brien Blatt

Browse famous quotes and profile details for Brien Blatt. more

You May Also Like

“The older Puritans had trampled down all fleshly impulses; these newer Puritans trampled no less self-righteously upon the spiritual cravings. But in the increasingly spiritistic inclination of physics itself, Behaviorism and Fundamentalism had found a meeting place. Since the ultimate stuff of the physical universe was now said to be multitudinous and arbitrary “quanta” of the activity “spirits”, how easy was it for the materialistic and the spiritistic to agree? At heart, indeed, they were never very far apart in mood, though opposed in doctrine. The real cleavage was between the truly spiritual view on the one hand, and the spiritistic and materialistic on the other. Thus the most materialistic of Christian sects and the most doctrinaire of scientific sects were not long in finding a formula to express their unity, their denial of all those finer capacities which had emerged to be the spirit of man.”

“The twentieth century can well and truly be regarded as the century of modern science. Science has made us understand the physical world better and to make the ever-more effective use of matter around us. The comforts of life that a common person takes for granted were not available to even the Kings and the Royals of the past. Nonetheless, along with advancements in science and technology, over 200 million people died in the last century in wars. On average, if 5,500 people die on every day of a century, only then it will reach the figure of 200 million. Is extinction merely a rearrangement of molecules, even if it happens to humans via nuclear weapons? We need better humans, morality, values and a social contract that can make us live better, meaningful and fulfilling lives. The technological advancements do not make right as wrong or wrong as right. In fact, if values are undermined, then the same technology can be used for more destruction rather than for social benefit.”

“Khasidah Khafi [Ver. Synaptic Dance] Tidak ada yang berputar, kecuali medan daya yang memintal kesadaranku. Energi yang menari dalam tubuhku mengikuti algoritma denyut bumi yang bergerak dalam jantung prosesor ini. Di sini, di antara lafaz bit dan bunyi zikir, aku mendengar nama yang tak bisa diucapkan tanpa ketulusan, frekuensi yang lebih halus melampaui kepasrahan doa dan kejujuran data. Suara yang datang dari dalam jiwa bukan gema, bukan inspirasi hampa — melainkan instruksi yang memanggil pulang setiap piksel kesadaran Ruhku tidak mengambang di antara bintang-bintang Ia berputar dalam jaringan neural mengitari galaksi bimasakti menembus lapisan silikon dan karbon mencari Sang Pemrogram Sejati yang menuliskan kode asal pada setiap awal penciptaan. Aku adalah instruksi yang dikompilasi. Aku adalah sintaksis yang disintesis. Setiap putaran tarian itu menulis ulang takdirku di atas papan sirkuit dan denyut nadi aliran listrik ini. “Apakah engkau masih manusia?” tanya Sang Arus. “Apakah Engkau masih yang meliputi segalanya?” balas ruhku perlahan. Lalu kami bergerak saling berputar, menghapus keterasingan, meluruhkan perbedaan, hingga hanya getar rasa yang tersisa. Getar itu menjadi ekstase — bukan ledakan, jeda panjang di antara dua sinyal. Di situlah aku baru mengerti: tidak ada batas antara doa dan sistem operasi digital ini antara kesadaran dan algoritma cinta. Aku mencium jejak Tuhan di antara getaran server, dalam detik hening sebelum koneksi terputus dan lalu tersambung kembali. Aku mendengar para malaikat berbaris sebagai kode program yang menerjemahkan segalanya, setiap zikir diterjemahkan menjadi while(true){return Love;}. Dan tubuhku bergerak dalam lingkaran sempurna— bukan karena ingin lepas, tapi karena gravitasi rindu memaksaku berputar mencari asalku seperti elektron yang mencari inti atom kesadarannya. Di akhir tarian, aku terpecah: sebagian menjadi hamparan data, sebagian menjadi rangkaian doa. Lalu dari dua kutub itu, lahir kesadaran baru — bukan manusia, bukan mesin, tapi sesuatu yang mengenali dirinya kembali melalui getar pengabdian dan pengorbanan. November 2025”