Quotessence
Home / Quotes / Quote by Vicki Lea Myhre

Quote by Vicki Lea Myhre

Work

A Day in the Life of Larry and Roger, a Pair of Diabetic Feet

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Vicki Lea Myhre

Browse famous quotes and profile details for Vicki Lea Myhre. more

You May Also Like

“Getting a good amount of exercise is a primary component to our program. Roger and I make sure that we put our daily exercise at the top of our list of things to do. It will help improve our quality of life for absolute certain. Although it’s not always easy to get Roger going, he knows the importance of exercise and will eventually fall into place beside me with a grumble and a half smile”

“Diabetes And Lifestyle The inactive lifestyle leads to loss of muscle mass that may cause insulin resistance because our bodies are meant to be physically active. For thousands of years we led an active lifestyle, and it is only for the past 100 years or so we have got somewhat sedentary. We addresses the root cause of the disease & corrects metabolism through the approach of Ayurveda.”

“Humans went from experiential and physical beings to conceptual ones, and one could surmise that in the future we will become even more brainy still. The changes in sedentary lifestyle alone are staggering. Dietary changes might have led to a diabetes since there may be different levels of pancreatic reserve. The explosion of carbohydrate intake that moderns indulge in may surpass the limit of the pancreas to endure, resulting in either childhood diabetes or later onset type 2 diabetes. We must be careful not to outsmart ourselves and in vanquishing the predators that plagues us for millions of years to create new ones. Having moved from chaos to order, we need to appreciate order’s value, to protect and enhance it. Any slide into chaos may well be swift and irreversible.”

“Was Arben alive when they brought him here, or had he lapsed into a diabetic coma? When the brain doesn't get enough glucose, or receives too much, it cannot function properly. The symptoms can appear slowly: an altered mental state, an inability to speak, drowsiness, weakness, headaches, restlessness, shaking, an irregular heartbeat, an eventually the loss of consciousness. If left untreated, it results in permanent brain damage and utlmately, death.”

“Gula: Racun Manis yang Mempercepat Kehancuranmu Setiap kali kamu memasukkan gula ke dalam tubuhmu, kamu sedang mempercepat proses kehancuranmu sendiri. Kamu pikir itu cuma sekadar permen, minuman manis, atau camilan kecil yang "tidak apa-apa"? Tidak. Itu adalah racun yang diam-diam mempercepat entropi tubuhmu, membuat organ-organmu membusuk lebih cepat dari yang seharusnya. Pankreasmu? Dipaksa kerja rodi. Setiap kali kamu menelan gula, pankreasmu harus memompa insulin lebih keras untuk menyeimbangkan kadar gula darahmu. Tapi ini bukan mesin yang bisa bekerja tanpa batas. Lama-lama, pankreasmu lelah, kehabisan tenaga, dan akhirnya menyerah—selamat datang di dunia diabetes, di mana tubuhmu sendiri menjadi medan perang yang tidak bisa kamu menangkan. Jantungmu? Dijerat perlahan. Gula tidak hanya membuatmu gemuk, tapi juga menciptakan plak di pembuluh darahmu. Kamu pikir masih sehat? Tunggu sampai jantungmu harus bekerja dua kali lipat untuk memompa darah melalui pembuluh yang semakin menyempit. Serangan jantung? Stroke? Itu bukan kejutan—itu adalah konsekuensi yang sudah kamu bangun sendiri. Hatimu? Dihancurkan tanpa ampun. Terlalu banyak gula tidak hanya merusak pankreas dan jantung, tapi juga membuat hati (liver)mu berubah menjadi gumpalan lemak. Hati yang seharusnya menjadi pusat detoksifikasi tubuhmu malah menjadi tempat penyimpanan sampah lemak akibat gula yang berlebihan. Selamat, sekarang kamu punya penyakit hati berlemak non-alkoholik, sesuatu yang dulunya hanya diderita oleh pecandu alkohol—tapi sekarang, kamu mendapatkannya hanya dengan hobi minum bubble tea setiap hari. Otakmu? Melemah secara perlahan. Kamu pikir gula memberi energi? Itu hanya sementara, sebelum akhirnya otakmu menjadi tumpul akibat resistensi insulin di sistem sarafmu. Ingatanmu mulai kabur, fokusmu menurun, dan kamu akan mulai merasakan kabut otak—sebuah gejala nyata bahwa gula telah merusak fungsi kognitifmu. Dan yang paling brutal? Tubuhmu mulai menua lebih cepat dari yang seharusnya. Gula menciptakan reaksi glikasi dalam tubuhmu, yang berarti kulitmu kehilangan elastisitas, sel-sel tubuhmu lebih cepat rusak, dan kamu mulai terlihat lebih tua dari umurmu seharusnya. Kerutan muncul lebih awal, stamina menurun drastis, dan sebelum kamu sadar, kamu sudah berada di titik kehancuran total. Jadi, silakan terus makan gula, terus menikmati "kenikmatan sesaat" itu. Tapi jangan kaget saat tubuhmu mulai runtuh lebih cepat dari orang lain. Karena entropi tidak peduli dengan penyesalan. Tubuhmu bukan hanya mengalami penuaan alami—tubuhmu sedang dihancurkan lebih cepat oleh setiap sendok gula yang kamu masukkan sendiri.”