“Pandora Apa yang mungkin engkau yakini sebagai hukuman, Kay? Bukankah langkah, semestinya tidak tinggalkan jejak yang kemudian hari ingin engkau ingkari. Kenangan adalah getah yang menitik dari luka sebatang pohon. Sedang ingatan pilu yang terkubur di halaman adalah tulang-tulang yang digali oleh anjing-anjing pencuri di malam hari. Siapa yang akan datang untuk mencintaimu dengan wajah yang carut marut serupa itu, Kay? Tangkapan layar itu tak akan pernah menyatakan kebohongan selain apa yang sengaja engkau niatkan dari semula. Apapun yang coba kau sembunyikan di balik topeng _masquerade_ berenda selamanya tak akan pernah pergi. Kau tak mungkin jadi bunglon yang cukup pintar menyamarkan ketelanjanganmu sendiri. Sebagaimana waktu telanjur menelan seluruh kehadiranmu. Detik demi detik, hari-hari yang telah lalu atau tahun yang akan datang. Engkau tak akan pernah bisa berpaling. Bagaimana kau yakin pada diri sendiri? Semua jejak yang engkau tinggalkan bukan petilasan kebodohan atau artefak kebohongan. Buah terlarang yang dipetik Eva dari taman Eden yang hilang. Telah menjelma menjadi labirin dalam diri anak keturunannya. Ia telah menjelma jadi Pandora! Kotak celaka yang lalu mengutuknya Jadi wanita kesepian seumur hidup! 2024 - 2025”
Quote by Titon Rahmawan
Author
You May Also Like
“Cada mañana, el espejo me devuelve la sonrisa, sin saber que ya no la reconozco.”
Source: Heavy Duty
Source: What Remains After a Fire: Stories
Source: The Quark and the Jaguar: Adventures in the Simple and the Complex
Source: Gora
Source: Animal Control
Source: Euclid's Elements
Source: The Brothers Karamazov