Quotessence
Home / Quotes / Quote by Titon Rahmawan

Quote by Titon Rahmawan

“RUMAH SUNYI YANG TAK MEMILIKI TUHAN (Pergulatan Batin Hang Tuah Sebuah Resonansi Metafisik) Hujan menitik dari atap reyot, jatuh perlahan ke lantai kayu seperti detak jantung yang tak percaya pada hidup yang masih tersisa. Kamera bergerak menyilang tubuhku, menangkap butir air yang tertahan di ujung rambut —seolah memori enggan jatuh karena tahu tanah tak lagi suci. Di sudut gelap, kulihat Jebat duduk membelakangi cahaya. Silau senjata di pangkuannya terasa seperti bisikan dingin yang tak pernah memilih kata. “Aku tidak memberontak,” katanya nyaris tak terdengar. “aku hanya menolak menjadi diam.” Namun Hang Tuah dalam diriku masih berdiri seperti batu nisan, teguh. Terlalu setia pada perintah yang bahkan tak lagi diyakini langit. Aku menoleh, dan dalam pantulan air yang menggenang kulihat dua wajahku sendiri: yang satu membeku, yang satu retak. Hujan di luar tak lagi turun— ia seperti menggantung di udara, ditahan oleh waktu yang membisu. Dan dalam hening itu, aku mengerti: bukan Tuah yang benar, bukan Jebat yang salah, bukan dunia yang memilih. Yang ada hanya jiwa yang mencari ruang untuk tidak patuh dan tidak pula membangkang, tapi sekadar ingin bernafas tanpa diadili oleh sejarah. Desember 2014”

Quote by Titon Rahmawan

Author

Titon Rahmawan

Browse famous quotes and profile details for Titon Rahmawan. more

You May Also Like

“Perché piangono gli uomini? Per colpa delle lotte e delle gesta e della maratona delle promozioni, perché vogliono la mamma, perché restano ciechi anche col passar del tempo, per colpa di tutte le erezioni che debbono inventarsi sul più bello dal nulla, per colpa di tutto ciò che hanno fatto. Perché non possono più essere felici o tristi – solo sbronzi o pazzi. E perché non sanno che pesci pigliare quando sono svegli. E poi c'è l'informazione, che arriva di notte.”

“Il tema è: di quanti uomini abbiamo davvero bisogno? Riflettete, dicono. Gli uomini sono pericolosi. Gli uomini commettono la maggioranza dei crimini. Gli uomini sono meno intelligenti, meno diligenti, meno tenaci, hanno il cervello nei muscoli e nell’uccello. Gli uomini vanno piú soggetti alle malattie e prosciugano le risorse del paese. Ovvio che sono indispensabili per fare i bambini, ma per quello scopo quanti ce ne servono? Non tanti quante sono le donne. Naturalmente, per gli uomini buoni, puliti, ubbidienti, ci sarà sempre un posto. Ma quanti ce ne sono cosí? Forse uno su dieci”