“Apakah gunanya memaksa orang laki-laki menyisihkan udang sekadarnya, kalau perempuan yang memegang rumah tangga tidak tahu akan harga uang itu?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“The only true competition is who you are versus who you need to be to achieve your desired outcome and greatest success.”
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
“Kami manusia, seperti halnya orang laki-laki. Aduh, berilah izin untuk membuktikannya. Lepaskan belenggu saya! Izinkan saya berbuat dan saya akan menunjukkan, bahwa saya manusia. Manusia seperti laki-laki.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Tugas manusia ialah menjadi manusia.”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
“Tidak ada yang berhak berlaku semena-mena dan menindas sesama hanya karena dia seorang bangsawan, atau karena dia adalah pemerintah kolonial.”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
“Ketidaksetaraan inilah yang menyebabkan ketidakadilan dan ketimpangan ekonomi.”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
“Proses mencintai bangsa juga adalah mengenal secara lebih mendalam orang-orang yang berjasa membentuknya. Menghargai perjuangan pahlawan lebih dari mengabadikan namanya sebagai nama jalan, gedung, menghormat pada peringatan kelahirannya, atau menirukan bagaimana dia berpakaian. Menghargainya adalah mengenal lebih jauh sosoknya, jalan hidupnya, pemikirannya, dilema-dilema yang dihadapinya, hingga pergolakan batinnya - Teddy W. Kusuma”
Source: Catatan Perjalanan Tur Kartini
“Pendidikan sekolah bagi anak-anak pada waktu sekarang merupakan hal yang biasa sekali, tetapi kalau jumlah anak mencapai 25 orang, bagaimana mungkin pendidikan yang sebaik-baiknya itu dapat diusahakan bagi mereka semua? Orang tidak berhak melahirkan anak apabila dia tidak mampu menghidupinya.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Bila golongan atas sudah berpendidikan, maka pendidikan seluruh bangsa hanya soal waktu saja.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Kedudukan ibu rohani lebih tinggi dari ibu jasmani.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya