Quotessence
Home / Quotes / Quote by Cairns Craig

Quote by Cairns Craig

“Scotland had no need of a 'resistant nationalism' precisely because it was an imperial nation engaged in projecting its national culture to the world. The historical problem of Scotland's 'absent nationalism' in the nineteenth century is a non-problem because far from lacking a nationalism, Scottish nationalism was vigorously engaged on imposing itself wherever Scots had achieved a determining or a significant role within the territory of the British Empire. Scottish nationalism did not need to assert itself within the British state because the 'world was its field', and its aim was to make Scotland the spiritual core of the imperial project.”

Quote by Cairns Craig

Work

The Wealth of the Nation: Scotland, Culture and Independence

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Cairns Craig

Browse famous quotes and profile details for Cairns Craig. more

You May Also Like

“Boston lay in shambles. During the winter months, shivering redcoats had chopped down trees in the Common and ripped apart old buildings for firewood. The Flucker mansion had been looted. Other homes and shops were abandoned, crumbling, ruinous reminders of Boston's pre-Revolutionary splendor.”

“Sering kali aku duduk di beranda Istana Merdeka, seorang diri. Beranda itu tidak begitu bagus. Separuh tertutup awning untuk mengurangi panas dan sinar matahari, satu-satunya perabotannya adalah kursi rotan tanpa kain pelapis yang tidak dicat dan meja bertaplak kain batik bikinan negeriku. Satu-satunya hak khusus yang diberikan padaku karena jabatanku yang tinggi adalah sebuah kursi dengan bantal di atasnya. Itulah yang disebut dengan "Kursi Presiden". Dan aku duduk di sana. Dan menatap. Dan memandang keluar ke taman indah dan menyegarkan, yang tanamannya kuatur dengan tanganku sendiri. Dan aku merasa sangat kesepian. Aku ingin berbaur dengan rakyat. Itulah yanh menjadi sifatku. Tetapi sekarang aku tidak dapat lagi berbuat demikian. Sering aku merasa tercekik, napasku mau berhenti, apabila aku tidak bisa pergi keluar dan bersatu dengan rakyat jelata yang melahirkanku.”

“Anda tidak bisa menemui semua orang di seluruh dunia secara pribadi, tetapi Anda bisa menemui mereka lewat halaman-halaman buku. Anda adalah ahli pidato terbesar setelah William Jennings Bryan. Anda menawan hati jutaan pendengar di lapangan terbuka. Mengapa tidak berusaha mencapai jumlah pendengar yang lebih besar lagi?”