“Ingin benar saya mengetahui agar daya dapat mengerti. Itulah yang kami ingini benar!”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Pendapat Eddie betul, bahwa Bangsa Jawa adalah bangsa yang hidup dalam dongeng dan hikayat.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Anak Bangsa Jawa sendirilah yang seharusnya memperdengarkan suaranya, agar Bangsa Belanda memperoleh pandangan yang lebih baik mengenai Bangsa Jawa dan menaruh simpati kepada bangsa itu.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Cutting out that distraction, focusing on my lighthouse and goals, and defining the success I was and still am chasing was freeing.”
Source: Suck Less, Do Better: The End of Excuses & the Rise of the Unstoppable You
“Kalau ada kepentingan besar, kepentingan kecil harus diabaikan.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Minta, bagi kami terlalu mengerikan, walaupun kamu tahu bahwa permintaan kami tidak akan ditolak. Dalam hal ini satu-satunya cara untuk mencapai tujuan ialah minta.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Hidup ini penuh teka-teki dan rahasia. Manusia mudah berubah-ubah. Jangan selalu mencari sebabnya pada tabiat yang lemah. Ada kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa dalam hidup yang menjadikan seorang pahlawan tampak menjadi pengecut. Jangan menyalahkan, betapapun hina dan rendahnya suatu perbuatan yang tampak, sebelum kamu mengetahui apa yang mendorong orang berbuat seperti itu.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Pergilah, bekerjalah untuk mewujudkan cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan ribuan orang tertindas oleh hukum yang lalim, dengan faham yang keliru tentang benar dan salah, tentang baik dan jahat. Pergilah, pergilah, tanggunglah derita dan berjuanglah tetapi bekerjalah untuk sesuatu yang kekal.”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Apalah gunanya pemerintah memaksa orang laki-laki menyisihkan uang, kalau isteri-isteri mereka yang menyelenggarakan rumah tangga tidak mengenal tentang nilai uang?”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
“Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal!”
Source: Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya