Quotessence
Home / Quotes / Quote by Iota Angel

Quote by Iota Angel

Work

Author

Iota Angel

Browse famous quotes and profile details for Iota Angel. more

You May Also Like

“Banyak yang berpikir baBanyak yang berpikir bahwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan seba- gai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.hwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan sebagai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.”

“Banyak yang berpikir bahwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan sebagai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.hwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan seba- gai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.”

“Banyak yang berpikir bahwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan sebagai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.”

“Here is your flaw, Shaitan, Lord of the Dark, Lord of Envy, Lord of Nothing, here is why you fail. It was not about me. It’s never been about me.” It was about a woman, torn and beaten down, cast from her throne and made a puppet. A woman who had crawled when she had to. That woman still fought. It was about a man that love repeatedly forsook. A man who found relevance in a world that others would have let pass them by. A man who remembered stories and who took fool boys under his wing when the smarter move would have been to keep on walking. That man still fought. It was about a woman with a secret, a hope for the future. A woman who had hunted the truth before others could. A woman who had given her live, then had it returned. That woman still fought. It was about a man whose family was taken from him, but who stood tall in his sorrow and protected those he could. It was about a woman who refused to believe that she could not help, could not heal those who had been harmed. It was about a hero who insisted with every breath that he was anything but a hero. It was about a woman who would not bend her back while she was beaten, and who shown with a light for all who watched, including Rand. It was about them all. ~Rand al Thor”