Quotessence
Home / Quotes / Quote by Robert K. Ritner

Quote by Robert K. Ritner

“Within its own "world view" Egyptian hkꜢ was of far more exalted significance than its Coptic descendant or Western approximation. Amoral and quintessentially effective, a power to which gods, men, and all of nature were subject, it was still the same force whether used by god, king, priest, private individual, rebel, or foreign enemy, whether hostile or beneficent, sanctioned or suppressed. As the pre-eminent force through which the creator engendered and sustained the ordered cosmos, it was necessarily the dynamic "energy" which Egyptian religious ritual sought to channel that it might effect its identical goal, the preservation of the creator's universe. The cultic manipulation of this "energy" by recitation, substance, and ritual thus constituted a sophisticated system of "practical theology," a "theurgy" in which the priest quite literally "performed the works of god.”

Quote by Robert K. Ritner

Work

The Mechanics of Ancient Egyptian Magical Practice

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Robert K. Ritner

Browse famous quotes and profile details for Robert K. Ritner. more

You May Also Like

“Dalam sepanjang hidupnya dia tak pernah marah-marah. Memang hatinya sering disakiti orang dan dia jengkel. Namun sampai memaki atau membentak dengan kata tak senonoh, tak pernah dia lakukan. Dia adalah seorang dokter. Golongan elit yang terhormat. Dan semua perilaku yang menjengkelkan dari orang yang dihadapinya, dipandangnya sebagai tingkah orang sakit. Apa pun macam perangai orang, dia tak pernah sampai marah. Tidak ada orang yang sehat melakukan kesalahan, pikirnya. Orang yang mencuri, merampok, berkelahi, dan bahkan membunuh, jahat, dan zalim tentulah karena sakit. Kalau bukan karena sakit, karena apa lagi orang-orang demikian? Seperti juga orang-orang sakit pada fisiknya menderita karena penyakit turunan atau karena penularan dari luar. Demikian juga penyakit mental atau jiwa seseorang. Pastilah dapat diobati kalau diagnosa dan terapinya kena, apalagi bila diobati pada saat yang dini. Demikian juga pada kejiwaan seseorang. Pandangan hidup seperti itu menyebabkan hidupnya bisa tenteram dan banyak orang menghormatinya.”

“Cuba fikirkan, pelangi adalah penyebaran seluruh warna di dalam spektrum cahaya. Berapa warnakah ada dalam spektrum cahaya? Jawapannya adalah dekat infiniti, bukan? Maka, jumlah warna pelangi adalah terlalu banyak sehingga infiniti juga. Mungkin tona warna dekat-dekat, maka otak manusia tak boleh bezakan. Masa sekolah bolehlah cakap 7 warna, sekarang sudah faham tentang spektrum, tak bolehlah memikirkan masih tujuh lagi.”