Quotessence
Home / Quotes / Quote by Karl Wiggins

Quote by Karl Wiggins

“We’re all familiar with the Hippie dress code. Long hair, beards, psychedelic colours, sandals, lots of beads, and the women could often be seen wearing long, flowery granny dresses. So much so in fact that it became a uniform. Hippies rebelled so much against inflexible dress codes that eventually they created their own rigid styles. Hippies mutinied so much against conformity that over the course of time they were forced to play the game and comply with what everyone else was wearing. The counter-culture became a counter-counter-culture. Everyone was the same”

Quote by Karl Wiggins

Work

Wrong Planet - Searching for your Tribe

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Karl Wiggins

Browse famous quotes and profile details for Karl Wiggins. more

You May Also Like

“The original Hippies were cool because it was who they were. But the ‘movement’ grew in numbers because it became the 'in thing’ to do. And sad as it is, most of them were plastic Hippies. The original Beatniks did what they did not because they were ‘hip’ but because it was who they were as a person. These were Carefree Scamps, but the plastic Hippies weren’t carefree at all And besides that, they smelled like an Oxfam shop”

“Fame is a hungry monster; it is never satisfied." Bayard Taylor”

“Banyak yang berpikir baBanyak yang berpikir bahwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan seba- gai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.hwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan sebagai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.”

“Banyak yang berpikir bahwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan sebagai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.hwa ahimsa adalah pasifisme mutlak, bahwa India adalah bangsa penakut dan penurut yang akan bertekuk lutut kepada siapa pun. Namun, dalam Bhagawad Gita, ada pengecualian untuk dharma yuddha. Perang yang dibenarkan. Perang ketika kekerasan digunakan seba- gai pilihan terakhir. Perang yang tidak memperjuangkan keuntungan atau motif-motif pribadi, tetapi berangkat dari komitmen terhadap cita-cita yang lebih luhur.”