Quotessence
Home / Quotes / Quote by F.E. Beyer

Quote by F.E. Beyer

“This curve in the river, a stone’s throw from one of the biggest tourist draws in the city, was worth cleaning, but the catamarans didn’t go further upstream to where faecal matter from the barrios and heavy metals from industry were plentiful. The funds to clean up that crap had been embezzled, or so they said. If the river was ever cleaned, journalists would miss using it as a symbol for corruption in the city.”

Quote by F.E. Beyer

Work

Buenos Aires Triad

Browse quotes and source details for this work. more

Author

F.E. Beyer

Browse famous quotes and profile details for F.E. Beyer. more

You May Also Like

“Insan-insan celeng atau celeng-celeng itu sekarang ada di mana-mana. Malah sekarang, untuk menjadi celeng, mereka tidak perlu lagi datang berguru pada raja celeng. Insan-insan celeng sudah diperanakkan dan berkembang biak dengan sendirinya. Maklum, udara sudah kotor dengan udara celeng. Dan nafsu tinggal diturut, dalam sekejap celelng-celeng sudah diperanakkan. Maka dalam waktu singkat, jumlah mereka meledak dengan amat banyak. Lembaga-lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat dipenuhi dengan insan-insan celeng. Di lembaga-lembaga itu apa saja bisa dicelengkan. Jabatan diperjualbelikan secara celeng, anggaran dirancang dengan perhitungan celeng, proyek-proyek pembangunan diselewengkan dengan transaksi celeng. Bahkan politik pun diuangkan dengan celeng. Sebenarnya sudah tersedia kata atau istilah untuk para pelaku semacam itu, yakni koruptor dan politikus kotor. Sedang istilah untuk praktik mereka adalah korupsi dan politik uang. Namun rakyat kebanyakan menyebut mereka celeng. Mungkin karena bagi rakyat kebanyakan, sebutan celeng lebih mudah ditangkap, dan lebih menggambarkan kejahatan dan keserakahan mereka daripada istilah koruptor atau politikus kotor. Mungkin juga karena rakyat ingin mengatakan tentang mereka sebagai apa adanya. Koruptor atau politikus kotor itu biar bagaimana masih manusia atau ada manusiawinya. Sedangkan celeng ya celeng, binatang yang memang tidak mengenal harga diri, rasa malu dan tidak mempunyai nurani. Tapi lebih daripada itu semua, sebutan celeng bisa menerangkan apa yang tidak bisa mereka terangkan.”