Quotessence
Home / Quotes / Quote by Sami abouzid

Quote by Sami abouzid

“Now that our love is over, I see life from a new perspective. For 20 years, it was all about you. Now, it’s about me. I’m creating more beautiful love songs, loving the journey, and finally letting go of you.” — Sami Abouzid”

Quote by Sami abouzid

Author

Sami abouzid

Browse famous quotes and profile details for Sami abouzid. more

You May Also Like

“Begini. Sebuah otobiografi tidak ada nilainya, kecuali jika si penulis merasa kehidupannya tidak berguna. Kalau dia memganggap dirinya orang besar, karyanya akan menjadi subjektif. Tidak objektif. Otobiografiku hanya mungkin jika ada keseimbangan antara keduanya. Sekian banyak yang baik-baik supaya dapat mengurangi egoku dan sekian banyak yang jelek-jelek sehingga orang mau membeli buku itu. Kalau dimasukkan yang baik-baik saja, orang akan menyebutku egois, karena memuji diri sendiri. Sebaliknya memasukkan yang jelek-jelek saja akan menimbulkan suasana mental yang buruk bagi rakyatku sendiri. Hanya setelah mati dunia ini dapat menimbang dengan jujur, apakah Sukarno manusia yang baik ataukah manusia yang buruk? Hanya di saat itulah dia baru dapat diadili.”

“Tetap wartawan-wartawan terus saja menulis bahwa aku ini seorang 'budak Moskow'. Baiklah kujelaskan sekali lagi dan untuk terakhir kali. Aku bukan, tidak pernah dan tidak mungkin menjadi seorang komunis. Aku membungkukkan diri ke Moskow? Setiap orang yang pernah dekat dengan Sukarno mengetahui, dia memiliki ego yang terlalu besar untuk bisa menjadi budak dari seseorang, kecuali budak dari rakyatnya. Aku memiliki ego. Itu kuakui. Tapi apakah seorang yang tanpa ego bisa mempersatukan 10.000 pulau menjadi satu bangsa. Dan aku memang tinggi hati. Siapa pula yang tidak demikian? Bukankah setiap orang ingin mendapat pujian?”

“Bila kawan-kawan menhingatkan aku untuk beristirahat atau pensiun untuk memelihara diriku, aku menjawab "Pensiun? Aku tidak bisa. Aku tidak bisa menjalani sisa hidupku dalam keadaan damai dan bebas dari ketakutan akan pembunuhan. Tidak. Aku harus bekerja untuk bamgsaku sampai tarikan nafas terakhirku." Selain itu, kemana aku pergi? Aku tidak memiliki rumah sendiei. Tidak ada tanah. Tidak ada tabungan. Lebih dari sekali aku tidak mempunyai sisa uang untuk pengeluaran rumah tanggaku. Di sebuah negara, Duta Besar kami terpaksa membeli piyama untukku. Satu-satunya piyama presiden sudah sobek. Negara menyediakan tempat tinggal dengan cuma-cuma, bebas pemakaian listrik, empat buah mobil resmi dan tiga di garasi untuk tamu negara, BUKAN 15 mobil pribadi seperti diberitakan oleh sebuah majalah luar negeri, dan mereka membelikan pakaian seragamku. Tetapi akulah satu-satunya presiden di dunia yang tidak punya rumah sendiri. Baru-baru ini rakyatku menggalang dana untuk membangun sebuah gedung buatku, tapi di hati berikutnya aku melarangnya, ini bertentangan dengan pendirianku. Aku tidak mau mengambil sesuatu dari rakyatku. Aku justru ingin memberi mereka.”