Quotessence
Home / Quotes / Quote by Sutung Umar RS

Quote by Sutung Umar RS

“Begitulah kehidupan, kawan yang suatu waktu dulu begitu rapat, begitu mesra pada waktu lain menjadi begitu jauh dan malahan tak pernah bertemu. Dalam waktu sama terbentuk pula kawan-kawan yang baru oleh pelbagai sebab - sama ada kerana profesion yang sama ataupun kerana bekerja di pejabat yang sama atau tinggal pada satu kawasan kejiranan yang sama. Sementara itu keluarga terdekat, seperti misalnya sepupu dan seumpamanya, oleh sebab tidak tinggal berdekatan menjadi jauh dan semakin jauh. Anak-anak masing-masing tidak pernah lagi kenal-mengenal antara satu sama lain - masing-masing sibuk dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing. Kalau berjumpa pun hanya sesekali apabila ada kenduri-kendara ataupun apabila ada sesuatu kematian dalam keluarga.”

Quote by Sutung Umar RS

Work

Dia dan Nya

Browse quotes and source details for this work. more

Author

Sutung Umar RS

Browse famous quotes and profile details for Sutung Umar RS. more

You May Also Like

“Seolah tuhan ingin menunjukan  selera humornya yang tidak mampu di cerna oleh pikiran sehat manusia yang sangat terbatas itu. namun beberapa yang mau berpikir dan berhenti menyalakan sontak akan terdiam dan terpikal pingkal dengan guyonanya yang sangat melekat dengan kehidupan keseharian manusia. Sangat lucu sekali kan, ketika kita menunggu setiap jam,menit dan detik dalam kuota sisa hidup kita mencari dan menanti perubahan apa saja yang telah terjadi selama ini, namun seperti hari kemarin tanpa ada perubahan yang berarti, lantas memaksa kita untuk melihat kebelakang, apa saja yang sudah terjadi ? Ternyata yang kita dapatkan kini semuanya telah berbeda dari dulu dan sekarang, begitu banyak yang berubah.”

“Les légendes sur le Palais sont innombrables: on dit que l'ensemble obéit à des principes ésotériques, qu'un coiffeur y tint secrètement salon des années durant, que les rares plans qui avaient survécu brûlèrent à la fin de la Seconde Guerre mondiale, qu'Orson Welles voulut y tourner Le Procès. Certains faits sont avérés: Léon Foucault y renouvela l'expérience du pendule et Adolf Hitler, grand admirateur de l'édifice, demanda à Speer d'en faire de minutieux croquis, au lendemain de l'invasion de la Belgique. De Poelaert, les habitants de Marolles gardèrent un souvenir qui s'est transmis jusqu'à nos jours. 'Architecte!' demeure l'une des insultes les plus graves dont on puisse se faire traiter.”