Quotessence
Home / Topics / Hati Quotes

Hati Quotes

Browse 82 quotes about Hati.

Hati Quotes

“India adalah tempat yang tepat untuk belajar menurunkan espektasinya terhadap segala sesuatu. Terutama yang berkaitan dengan kebersihan, kenyamanan dan keamanan. Namun, di sisi lain juga harus bersiap menerima kejutan-kejutan yang menyenangkan di perjalanan. Terlepas apapun itu, kita hanya perlu memposisikan sudut pandang yang tepat untuk melihat India secara utuh. Lebih baik lagi jika mampu melihatnya menggunakan kacamata hati.”

“tejo duduk di bawah langit bergumam lirih tentang tumini Sayangku, Jangan biarkan cinta kita berhenti pada kata-kata Sekarang kita jaga untuk kita wujudkan kelak Supaya kamu bisa membangunkan tidurku dengan ciumanmu Menggantikan sinar matahari yang membunuh mataku Sayangku, Kalau hari ini aku menangis Kamu hanya bisa mendengar isak ku Membayangkan sedih dalam hatiku Namun kamu tidak mengijinkan kakimu mendekati dan memelukku damai Bahkan larimu masih tertahan Namun sayangku, Suatu hari nanti, setiap saat kamu bisa mendekapku, meluapkan rasa hatimu hingga bahkan ujung hidung kita saling beradu menghembuskan nafas yang menyentuh pori-pori Dan kita menjadi tidak terpisahkan Sayangku, Jangan meresahkan hari nanti akan seperti apa Sebab saat kuucapkan doa ini, Allah sedang menuliskan ijin-Nya buat kita Dan menunggu balasan Amin dari kita Kekasihku, Keluarlah sebentar Pandanglah rembulan di langit malam ini Dan kamu harus tau Redupnya sinar bulan tampak menghilang karena aku curi dan aku simpan buatmu kelak Bahwa ketika kamu sedang gelisah Sinar rembulan itu aku akan tembuskan ke hatimu _9277464 _wasiman waz”

“PERCAKAPAN DUA RANTING kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani munculkan diri, dan kau tinggal untuk menanti? cari. andai bumi sembunyi saat kau berlari? mimpi. lalu malam menyer- gapmu dalam pandang tiada tepi? hati. baik...aku tak lagi memberimu mungkin? kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya- pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari kalbumu? sampai. akankah kau patahkan tubuhmu hingga musim tiada berganti? mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari. juga kau benamkan yang lain dalam jurang di matamu? aku. katakan bahwa kau mene- rimamu seperti aku memberimu?... kau? ya. kau?...aku. Besancon, oktober sebelas 1997.”

“Haruskah kita melangkah kan kaki di antara nisan yang berbaris. Dan badai musim ini, akan menjadi sesuatu yang janggal. Bayang kan kita lebih tinggi dari gagak yang melambung.. Dan bernapas angkuh layaknya firaun... Tragisnya kita jatuh melesat kebawah bagaikan anak panah. Suara ini tetap bergema!!! . . . .Kita adalah Hati.... Yang tak pernah di beli atau pun tergadaikan oleh dunia. Kita adalah Hati... Yang meredam manis ucapan.... Kita adalah Hati... Yang tak sebanding dengan bangkai munafik... Kita adalah hati..... Dan masa depan mengalir di antara tulang ini Dan kita adalah Hati.. Yang selamanya berdoa . .~andra dobing”

“Pada saat hati kita tersihir dengan perasaan, kita hanya nampak apa yang perasaan kita mahu lihat. Adakah kita kejam jika masih berdendam? Adakah kita perlu melepaskan hanya kerana mereka menyesal? Adakah semuanya akan pulih dengan hanya memaafkan? Memang dunia tidak akan berputar balik ke belekang jika kita memaafkan. Disebabkan ia takkan berputar baliklah kita harus melepaskan dan terus pandang ke depan. Adakah semuanya akan pulih dengan hanya memaafkan? Jawapannya tidak. Semuanya tidak akan pulih hanya dengan memaafkan. Tetapi hati manusia pulih. Hatinya pulih.”

“Hanya karena aku tak pernah lagi menghubungimu, jangan anggap aku telah kehilangan rasaku. Melupakanmu tak pernah semudah itu. Di antara bisingnya repetisi semu, tengoklah langit-langit kamarmu. Ada beberapa harap yang kugantungkan di sana; manifestasi dari untaian doa yang kukirim setiap kali namamu terlintas dalam kepala. Pastikan itu menjadi bunga tidurmu. Cukupkan itu menjadi obat lelahmu.”