“tejo duduk di bawah langit bergumam lirih tentang tumini Sayangku, Jangan biarkan cinta kita berhenti pada kata-kata Sekarang kita jaga untuk kita wujudkan kelak Supaya kamu bisa membangunkan tidurku dengan ciumanmu Menggantikan sinar matahari yang membunuh mataku Sayangku, Kalau hari ini aku menangis Kamu hanya bisa mendengar isak ku Membayangkan sedih dalam hatiku Namun kamu tidak mengijinkan kakimu mendekati dan memelukku damai Bahkan larimu masih tertahan Namun sayangku, Suatu hari nanti, setiap saat kamu bisa mendekapku, meluapkan rasa hatimu hingga bahkan ujung hidung kita saling beradu menghembuskan nafas yang menyentuh pori-pori Dan kita menjadi tidak terpisahkan Sayangku, Jangan meresahkan hari nanti akan seperti apa Sebab saat kuucapkan doa ini, Allah sedang menuliskan ijin-Nya buat kita Dan menunggu balasan Amin dari kita Kekasihku, Keluarlah sebentar Pandanglah rembulan di langit malam ini Dan kamu harus tau Redupnya sinar bulan tampak menghilang karena aku curi dan aku simpan buatmu kelak Bahwa ketika kamu sedang gelisah Sinar rembulan itu aku akan tembuskan ke hatimu _9277464 _wasiman waz”
Quote by WAZ
Author
You May Also Like
Source: On Wings of Blood
Source: The Scarlet Alchemist
“यसपटक उसले बोलेर होइन, आफ्नो ओठले मेरो मुख थुनिदिई ।”
Source: एकादेशमा [Ekadeshma]
Source: A Monsoon Rising
Source: Jarring Sex
Source: A Curse for True Love
Source: Diary of a Street Diva
Source: A Monsoon Rising
Source: The Kind of Substance You Need For Your Success
“A kiss like snow, eternally falling.”
Source: Projections: A Novel