Quotessence
Home / Topics / Langit Quotes

Langit Quotes

Browse 44 quotes about Langit.

Langit Quotes

“tejo duduk di bawah langit bergumam lirih tentang tumini Sayangku, Jangan biarkan cinta kita berhenti pada kata-kata Sekarang kita jaga untuk kita wujudkan kelak Supaya kamu bisa membangunkan tidurku dengan ciumanmu Menggantikan sinar matahari yang membunuh mataku Sayangku, Kalau hari ini aku menangis Kamu hanya bisa mendengar isak ku Membayangkan sedih dalam hatiku Namun kamu tidak mengijinkan kakimu mendekati dan memelukku damai Bahkan larimu masih tertahan Namun sayangku, Suatu hari nanti, setiap saat kamu bisa mendekapku, meluapkan rasa hatimu hingga bahkan ujung hidung kita saling beradu menghembuskan nafas yang menyentuh pori-pori Dan kita menjadi tidak terpisahkan Sayangku, Jangan meresahkan hari nanti akan seperti apa Sebab saat kuucapkan doa ini, Allah sedang menuliskan ijin-Nya buat kita Dan menunggu balasan Amin dari kita Kekasihku, Keluarlah sebentar Pandanglah rembulan di langit malam ini Dan kamu harus tau Redupnya sinar bulan tampak menghilang karena aku curi dan aku simpan buatmu kelak Bahwa ketika kamu sedang gelisah Sinar rembulan itu aku akan tembuskan ke hatimu _9277464 _wasiman waz”

“kita bebas, berpikir bahwa kita lah pemeran utama, kita bebas, bercumbu dengan siapa saja yang di sukai, aku tak terbendung, kau tak tertahankan, kita bebas, tak perlu saling mengintip. lihat saja langit,awan yang berarak itu tetap sama, jika akhir adalah permulaan bagi sesuatu yang baru untuk memulai. mau kah kau melewati akhir itu? kau tak perlu risau jika tak mampu, ini berat kembali lah pada dia atau yang seperti dia. aku taklukkan akhir itu, biar kau tau. aku bajingan yang benar-benar berbeda.!!!”

“Ketika satu demi satu kabut menjadi awan gelap di luar jendela Aku mengingatmu karena aku masih mencintaimu Aku berulang kali mengumpulkan air mataku pada sebuah surat lalu mengirimnya ke langit Aku menunggu Ketika satu demi satu gerimis menjadi hujan lebat di luar jendela Aku merindukanmu karena aku masih mencintaimu Aku kembali menjatuhkan air mataku setelah mendapat surat balasan dari langit Aku sudah menerima pesanmu Aku sedang menangis bersamamu Aku akan mempercayai itu”

“Menciptakan suasana tenang penuh kerinduan dengan secangkir kopi untuk sekedar teman menerjemahkan langit. Ya! Langit menyimpan berjuta-juta rahasia. Berjuta-juta keinginan. Berjuta-juta impian.. Apa kau pernah tahu, langit menolak impian hanya gara-gara tidak sesuai dengan si pengimpi? Apa kau pernah dengar, langit menolak doa hanya karena baitnya terlalu buruk? Langit tak sekejam itu. Langit adalah hamba yang penurut dan penerima. Ia berdiri sendiri sebagai pelengkap jagat untuk mempertebal keimanan. Bermacam-macam apapun perbuatan di bawahnya, langit tetaplah langit, yang hanya bisa melihat tanpa pernah menegur.. Yang menyimpan keindahan surga. Yang tak pernah tergapai oleh mimpi tertinggi sekalipun. Tapi, setinggi apapun langit, seindah apapun langit, aku akan menceritakannya dengan sederhana, tanpa berlebihan. Aku akan menceritakan padamu bahwa setinggi apapun langit, sebanyak apapun bintang, percayalah bahwa mereka ada untuk menghibur malammu yang gelap!”

“Di dunia ini, manusia terlahir dalam dua spesies, yang pertama adalah manusia bersayap dan yang kedua manusia tanpa sayap. Manusia yang bersayap ditakdirkan untuk terbang tinggi menggapai langit tak terbatas. Sementara spesies yang kedua, kebalikannya, ia ditakdirkan untuk tetap menjejak bumi dan menjalani hidupnya dengan terus menyentuh tanah. Nggak ada yang buruk dengan spesies yang kedua, mereka hanya menjalani takdirnya. Begitu saja.”