Quotessence
Home / Topics / Hujan Quotes

Hujan Quotes

Browse 62 quotes about Hujan.

Hujan Quotes

“Ketika satu demi satu kabut menjadi awan gelap di luar jendela Aku mengingatmu karena aku masih mencintaimu Aku berulang kali mengumpulkan air mataku pada sebuah surat lalu mengirimnya ke langit Aku menunggu Ketika satu demi satu gerimis menjadi hujan lebat di luar jendela Aku merindukanmu karena aku masih mencintaimu Aku kembali menjatuhkan air mataku setelah mendapat surat balasan dari langit Aku sudah menerima pesanmu Aku sedang menangis bersamamu Aku akan mempercayai itu”

“Hujani cintaku hari ini Hujan menawarkan gerimis dan kamu menawarkan senyum manis Hujan menghadirkan rindu Dan kamu menawarkan pilu Bila waktu tak bisa hentikan rinduku Pada derai hujan ku sampaikan tanpa ragu Ku sapa lembut kasihmu Ku rangkul erat cintamu Tapi sayang itu hanya angan candu Pergilah biarkan aku bebas menapak bumi kering yang basah pada hujan ini Pergilah lanjutkan cintamu hari lalu dan hari ini Aku akan menemukannya untuk hari ini dan selamanya Cintaku hari ini Rapuh Terpapar bebas terhempas luas dibumi keras Hujani cinraku hari ini”

“Jika maaf adalah kata yang sulit di pahami, maka kepergian adalah hal yang harus di maklumi. Aku tidak menjanjikan matahari terbit, tapi yakinlah bahwa dia disana, entah terhalang awan atau hujan. Jika hujan, yakinlah setelahnya akan ada pelangi. Sama sepertiku, aku tidak menjanjikan ada disisimu selalu. pelangi itu layaknya doa yang tidak bisa kau sentuh. Maaf selama ini aku mengganggu waktu berhargamu, terimakasih telah tinggal untuk waktu yang singkat, namun aku bangga mengenalmu, sampaikan salamku pada ibumu yang sempat bertatap muka dihalaman rumahmu. Terimakasih telah melahirkan anak penuh karakter, semoga keselamatan menyertaimu.”

“Hujan lebat telah mengguyur kota sore ini. Namun selepas itu, senja pun masih saja ingin hadir menemani perjalanan pulang para pecintanya. Ia nampak mengintip di balik gelapnya awan mendung. Menyiratkan semburat indah warna jingganya. Dan seiring kepergiannya di balik horizon, rindu ini kembali menyeruak masuk ke dalam dada. Memaksa hati turut merasakan pilunya. Tak sabar menantikan hari esok tiba. Hari dimana kita bisa saling bertatap mata. Meleburkan rindu yang telah lama beku, sekali lagi.”