“Jika dulu perpisahan itu berasal dari Tuhan, saya tidak berhenti berdoa untuk segera dipertemukan. Bertanggung jawab merupakan keharusan Tuhan untuk doa-doa yang antri dikabulkan.” HarapanDoaPerpisahan Author:Nurdin Ferdiansyah
“Mari kita permudah, Aku mendekatimu karna mungkin kau berhak kumiliki. Jika tidak, pergilah! Aku tidak mau berumit dengan kisah kasih yang pahit. Aku tidak minta banyak, jika kau memang mau mendekat, Dekatlah! Akan ku bisikan keseriusan. Buanglah Rasamu bahwa aku akan menyakitimu, jika kau tak yakin! Jangan berikan harapan. Dalam Cinta aku juga ingin menang.” CintaHarapanKasihKisahMenangRumitKeseriusan Author:Nurdin Ferdiansyah
“Dia mau dijodohkan oleh guru pondoknya. Agar suatu saat, dia bisa mengajar bersama dipondok abi-nya tersebut. Apa daya diri yang berandalan ini, yang terlalu tinggi berharap, sampai kakinya lupa terpijak.” HarapanPesantrenBerandalal Author:Nurdin Ferdiansyah
“Banyak yang berubah setelah kembali. Kasar tapi lemas saat di pegang, jalannya tidak lagi lincah, 3 langkah tertinggal dibelakang. Suaranya pelan hilang ditengah suara anak-anak yang bermain dihalaman rumah. Mengunyah nasipun dua kali lebih lama dari biasanya. Rambut hitamnya hilang, tidak tau siapa yang menukar. Maklum Si tua yang bertambah usia padahal semestinya berkurang,” IbuTuaSitua Author:Nurdin Ferdiansyah
“Malam ini saja, biarkan rindu itu menghujam. Tutur kata yang sopan, mata yang sayu membuat pandangannya amat meneduhkan. Namanya Bila, Gadis berusia 18Tahun, yang jika berhadapan membuatku gugup, diam tidak bisa berkata-kata lagi. Setelah sekian lama tanpa cinta, kembali lagi bagaimana cinta tumbuh tiba-tiba, pengakuan tertingggiku adalah "ini istri saya".” MalamIstriGugup Author:Nurdin Ferdiansyah
“Ting, ting, ting, lonceng itu berbunyi kembali di pos Ronda. Menandakan perbatasan hari sudah dimulai. Lonceng itu bicara "jangan tidur terlalu lelap paduka, Tuhan menunggu pengakuan dosa rakusmu tentang dunia". Manusia itu terlelap kembali, seakan matahari esok terbit seperti biasanya.” MalamDosaLoncengPenagakuan Author:Nurdin Ferdiansyah
“Teruslah menghilang sampai aku terbiasa, jangan engkau kembali lagi esok. Karna jika begitu, aku seperti mengulangnya lagi dari awal untuk melupakan. Itu akan sulit, karna aku tahu kau akan menghilang lagi lusa.” LupaHilang Author:Nurdin Ferdiansyah
“Jika maaf adalah kata yang sulit di pahami, maka kepergian adalah hal yang harus di maklumi. Aku tidak menjanjikan matahari terbit, tapi yakinlah bahwa dia disana, entah terhalang awan atau hujan. Jika hujan, yakinlah setelahnya akan ada pelangi. Sama sepertiku, aku tidak menjanjikan ada disisimu selalu. pelangi itu layaknya doa yang tidak bisa kau sentuh. Maaf selama ini aku mengganggu waktu berhargamu, terimakasih telah tinggal untuk waktu yang singkat, namun aku bangga mengenalmu, sampaikan salamku pada ibumu yang sempat bertatap muka dihalaman rumahmu. Terimakasih telah melahirkan anak penuh karakter, semoga keselamatan menyertaimu.” HujanPergiMatahariMaafKepergianKeselamatan Author:Nurdin Ferdiansyah
“Ada saatnya dimana kita akan berlibur berdua, tidak ada yang mengganggu, tidak ada bising, selain terjangan ombak terhadap karang, kita akan bercengkrama membicarakan komitmen kita berujung dimana. Sesampai senja kita akan berjalan lebih ke tengah mencari karang yang luas dan kita duduk ditengahnya, agar ombak tak mampu membasahi badan. Kita saling menggengam erat, agar ombak dahsyat tidak menjatuhkan kita. Sampai senja hilang, kita juga. Tak ada yang melihat, tak ada yang tau apa yang kita bicarakan dan kita lakukan.” SenjaKomitmenOmbakKarang Author:Nurdin Ferdiansyah
“Bukan anak cafe, hanya seorang anak Warkop, makannya di warteg dengan minum teh tawar hangat, beroda dua, bukan empat. Pulang kemaleman, berangkat pagi buta, tapi kan kuajarkan bagaimana cara bersyukur.” PagiSyukur Author:Nurdin Ferdiansyah
“Aku tidak merasa rugi ditinggalkan banyak orang. Niat ku hanya ingin membuat relasi bersama dengan orang yang berlari ke arah yang lebih baik. Nanti, kuceritakan hal buruk yang pernah ku lakukan agar kau tak memberi relasi palsu. Kemarilah bercengkrama, seduh kopimu.” KopiPagiCeritaRelasi Author:Nurdin Ferdiansyah
“Aku mencintaimu dengan perasaan, bukan dengan hati, dia hanya bertugas mengoreksi apakah kamu pantas dicintai.” HatiPerasaanKoreksi Author:Nurdin Ferdiansyah
“Cinta dan memberi adalah sesuatu yang berbeda. Cinta tentang sesuatu yang susah untuk dideskripsikan, lalu memberi hanya perihal kemanusiaan. Namun keduanya sama, bisa kita temukan dikamus Nurani” CintaMemberiNurani Author:Nurdin Ferdiansyah
“Kadang mereka yang sukses berbicara tentang masalalunya yang mereka anggap sulit, padahal mereka mempunyai hak istimewa.” SuksesHakIstimewa Author:Nurdin Ferdiansyah