Quotessence
Home / Topics / Senja Quotes

Senja Quotes

Browse 86 quotes about Senja.

Senja Quotes

“Matahari tua, Hai selamat malam wahai sang surya yang sedang di lahap oleh gemerlap bintang Ku rindu kemilau jinggamu yang selalu menyipitkan mataku namun sangat sedap dinikmati dengan mata telanjang Ku rindu saat jinggamu tersungkur tergantikan oleh awan kelabu Saat itu juga... Ku rindu bercengkarama dengan asap Ibu Kota menaiki kuda mesin dan menikmati sepotong senja yang telah hilang bersamamu. Sampaikan rinduku padanya wahai senja abadi.”

“kita bebas, berpikir bahwa kita lah pemeran utama, kita bebas, bercumbu dengan siapa saja yang di sukai, aku tak terbendung, kau tak tertahankan, kita bebas, tak perlu saling mengintip. lihat saja langit,awan yang berarak itu tetap sama, jika akhir adalah permulaan bagi sesuatu yang baru untuk memulai. mau kah kau melewati akhir itu? kau tak perlu risau jika tak mampu, ini berat kembali lah pada dia atau yang seperti dia. aku taklukkan akhir itu, biar kau tau. aku bajingan yang benar-benar berbeda.!!!”

“Menciptakan suasana tenang penuh kerinduan dengan secangkir kopi untuk sekedar teman menerjemahkan langit. Ya! Langit menyimpan berjuta-juta rahasia. Berjuta-juta keinginan. Berjuta-juta impian.. Apa kau pernah tahu, langit menolak impian hanya gara-gara tidak sesuai dengan si pengimpi? Apa kau pernah dengar, langit menolak doa hanya karena baitnya terlalu buruk? Langit tak sekejam itu. Langit adalah hamba yang penurut dan penerima. Ia berdiri sendiri sebagai pelengkap jagat untuk mempertebal keimanan. Bermacam-macam apapun perbuatan di bawahnya, langit tetaplah langit, yang hanya bisa melihat tanpa pernah menegur.. Yang menyimpan keindahan surga. Yang tak pernah tergapai oleh mimpi tertinggi sekalipun. Tapi, setinggi apapun langit, seindah apapun langit, aku akan menceritakannya dengan sederhana, tanpa berlebihan. Aku akan menceritakan padamu bahwa setinggi apapun langit, sebanyak apapun bintang, percayalah bahwa mereka ada untuk menghibur malammu yang gelap!”

“Senja Lembayung Jingga, Senja adalah penanda Senja adalah perenungan Senja adalah sela Siang berakhir Malam menjelang Di antara itu ada senja Ada doa dalam setiap senja Sujud syukur untuk gerak raga hari itu Senja akhiri hiruk pikuk Senja sambut sunyi malam Bukan mentari yang pergi Namun bumi rindu malam Nikmati indahnya taburan bintang Di keheningan malam Buat seorang teman, yang ikut berbagi makna senja, 28 Februari 2019, 18.00 WITA”

“Ada saatnya dimana kita akan berlibur berdua, tidak ada yang mengganggu, tidak ada bising, selain terjangan ombak terhadap karang, kita akan bercengkrama membicarakan komitmen kita berujung dimana. Sesampai senja kita akan berjalan lebih ke tengah mencari karang yang luas dan kita duduk ditengahnya, agar ombak tak mampu membasahi badan. Kita saling menggengam erat, agar ombak dahsyat tidak menjatuhkan kita. Sampai senja hilang, kita juga. Tak ada yang melihat, tak ada yang tau apa yang kita bicarakan dan kita lakukan.”