Quotessence
Home / Quotes / Quote by Epaphras Ericson Thomas

Quote by Epaphras Ericson Thomas

“Sebelum Pergi: Ketika senja mulai larut, roti ini kupotong menjadi dua bagian sama banyak dan kuletakan di atas meja sana; satu untuk aku simpan satu lagi aku tinggalkan, lalu aku pergi tak harap kembali.”

Quote by Epaphras Ericson Thomas

Author

Epaphras Ericson Thomas

Browse famous quotes and profile details for Epaphras Ericson Thomas. more

You May Also Like

“Heart’s revolt I remember her song, I remember her soft breathing rhymes, She lies within me just like the water to the ocean does belong, She is the wonder of my past that her memories carry into my present times, I think of her in all my heart’s appropriateness, I feel her still everywhere and in everything, In my mind’s every thought and in its wakefulness, And in my dreams she still appears as the most beautiful thing, I am facing an eviction of different kind, I am voluntarily surrendering all feelings that do not bear her hints, Although my mind is least pliant and it doesn't want to unwind, Although my heart throbs for me, deep in its chambers it only her feelings mints, I helplessly watch my own mind and heart in this act of revolt, I face them both in the clamor of day and the silence of nights, And I feel their enormous bolt, And now, I am used to them both, and now; we three have become the sources of our own secret delights, I may be a traveler on the highway of life, I may be seeking what we all seek from it, But when you realise a pliable mind and a pliant heart do not represent the fullness of life, You fall in love with her, and the feeling grows deeper, until the feeling becomes a part of you and you become a part of it!”

“Senja Lembayung Jingga, Senja adalah penanda Senja adalah perenungan Senja adalah sela Siang berakhir Malam menjelang Di antara itu ada senja Ada doa dalam setiap senja Sujud syukur untuk gerak raga hari itu Senja akhiri hiruk pikuk Senja sambut sunyi malam Bukan mentari yang pergi Namun bumi rindu malam Nikmati indahnya taburan bintang Di keheningan malam Buat seorang teman, yang ikut berbagi makna senja, 28 Februari 2019, 18.00 WITA”

“Ada saatnya dimana kita akan berlibur berdua, tidak ada yang mengganggu, tidak ada bising, selain terjangan ombak terhadap karang, kita akan bercengkrama membicarakan komitmen kita berujung dimana. Sesampai senja kita akan berjalan lebih ke tengah mencari karang yang luas dan kita duduk ditengahnya, agar ombak tak mampu membasahi badan. Kita saling menggengam erat, agar ombak dahsyat tidak menjatuhkan kita. Sampai senja hilang, kita juga. Tak ada yang melihat, tak ada yang tau apa yang kita bicarakan dan kita lakukan.”