“Dalam Gerbong Kereta: Siapa gerangan yang mampu membungkam sebuah kata yang terucap dari sebuah rasa yang tercipta dari sepasang mata yang saling memandang ?” RasaSajakMataKataKisah Author:Epaphras Ericson Thomas
“Kotak Kayu Tua: Ada dalam sebuah kotak kayu tua, sang penanda waktu menjalankan tugasnya, dengan selembar kaca melindunginya; ada dalam sebuah ruang, kotak kayu besar nan tua itu diletakan di sisi kanan tuan-nya, yang duduk juga menjalankan tugasnya; mereka bercakap dalam syahdu, memahami segelintir makna dari sebuah hakikat tentang semesta ... .... kita bicara soal waktu — Epaphras Ericson Thomas” WaktuSajakMaknaSemestaRuangSyahdu Author:Epaphras Ericson Thomas
“Kotak Kayu Tua: Ada dalam sebuah kotak kayu tua, sang penanda waktu menjalankan tugasnya, dengan selembar kaca melindunginya; ada dalam sebuah ruang, kotak kayu besar nan tua itu diletakan di sisi kanan tuan-nya, yang duduk juga menjalankan tugasnya; mereka bercakap dalam syahdu, memahami segelintir makna dari sebuah hakikat tentang semesta ... .... kita bicara soal waktu” WaktuSajakMaknaSemestaSyahdu Author:Epaphras Ericson Thomas
“Sebelum Pergi: Ketika senja mulai larut, roti ini kupotong menjadi dua bagian sama banyak dan kuletakan di atas meja sana; satu untuk aku simpan satu lagi aku tinggalkan, lalu aku pergi tak harap kembali.” SenjaSajakPergiBerpisahLarut Author:Epaphras Ericson Thomas
“SENJA DI PAGI HARI Aku merindukan senja di pagi hari, suasana sejuk yang telah lama memberikanku hangat; sembari aku menjadi bisu, melihat lembaran kering gugur dari asalnya, sampai secangkir kopi telah menjadi sisa; "sebentar", sapa angin; "bukankah dirimu tak menyukai kopi?", lanjutnya lirih; aku hanya mengangguk, tapi karena pahit aku dapat mengenal manis.” SenjaSajakKopiAngin Author:Epaphras Ericson Thomas
“TERIAK SI BISU Sore itu, aku berdiri di pinggiran lorong gelap tidak bernama; meraba buta mencari sisa-sisa harmoni yang lama hilang bersama ketukan waktu, hingga akhirnya aku harus berpisah dengan bayang-bayangku sendiri.” SenjaSajakBisuHarmoni Author:Epaphras Ericson Thomas
“Sebatas Fana: Ada yang berbeda kala itu; ku tanya mengapa, tapi semua terdiam sunyi; tinggalah aku bersama jejak itu, setelah berjumpa dengan sebuah imaji. ― EPAPHRAS ERICSON THOMAS” SajakSunyiFanaBerjumpa Author:Epaphras Ericson Thomas
“REMBULAN ITU MALU Di suatu waktu ketika sejumlah insan masih terjaga, menanti fajar melepas rindunya kepada penghuni kolong langit. aku melihat sosok rembulan bersolek tak seperti biasanya. ada yang berbeda, ia tampak kemerahan; mungkin karena dirinya sedang tersipu malu. bagaimana tidak, adalah sebuah keindahan saat matahari berjumpa dengan sang rembulan pada jarak yang sangat dekat; seperti halnya setiap orang yang telah lama jauh menemui kekasihnya kembali. "tapi...", kata bunga rumput; "hal penting seringkali tak terlihat dari mata", lanjutnya.” SajakMatahariRembulan Author:Epaphras Ericson Thomas
“Perihal Langit Malam: aku teringat sebuah kisah, tentang bulan dan bintang yang tak pernah menyoal siapa sejatinya yang pertama hadir, atau siapa yang harus lebih dulu ada; tiba-tiba langit bergemuruh, katanya demikian: mereka hanya bergerak, sekali tempo menjauh, dua kali mendekat, hingga mereka bertemu, suatu saat nanti.” SajakKisahDialogRembulan Author:Epaphras Ericson Thomas
“ANGAN Kuamati beberapa helai daun tampak gelisah, mungkin karena telah datang waktunya untuk berpisah dari ranting pohon itu, jatuh, kering, terurai, atau membusuk; kemudian menyatu kembali bersama tanah yang telah lama menjadikannya hidup.” SajakKembaliAngan Author:Epaphras Ericson Thomas
“AKU DAN ANGIN Aku dan angin sering berselisih paham, ia sering merayu untuk dikejar saat aku sedang lelah, tapi malah sembunyi saat aku penuh semangat. aku sungguh tak mengerti soal pertengkaran ini, tetapi aku juga tidak membenci angin, karena selesainya pasti kami akan berdamai.” SajakAnginDamaiBertengkar Author:Epaphras Ericson Thomas